Peran Literasi Digital dalam Dunia Pendidikan

OLEH YAKOBUS, S.Pd, MM

Program Gerakan literasi sekolah ( GLS) telah dilaksanakan oleh semua sekolah, sesuai dengan Permendiknas dan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 23 Tahun 2015, serta  implementasi Kurikulum 2013, dimana siswa diharapkan dapat menguasai literasi.

Setiap sekolah melaksanakan tiga tahapan dalam literasi sekolah diantaranya  pembiasaan, pengembangan dan Pembelajaran (habituaton, development, and lerning).  sedangkan faktor pendukung kemajuan gerakan literasi adalah komitmen sekolah yang besar  dalam melakukan pembentukan Tim Gerakan Literasi sekolah (GLS) dan dimasukannya program GLS dalam penilaian akademik dan penilaian non akademik siswa, dan sebaliknya bagi personil yang ada di dalam sekolah dimasukanya sebagai evaluasi diri bagi tenaga pendidikan dalam dedikasi dan loyalitas terhadap tugas yang selalu memperhatikan literasi Tugas profesional yang berdampak pada kinerja.

Pada kenyataannya literasi yang dilaksanakan oleh beberapa sekolah masih sebatas pada literasi pembiasaan yaitu literasi baca buku non pelajaran sebelum pelajaran dimulai, sedangkan indikator-indikator tahap pengembangan dan pembelajaran belum dilaksanakan.

Program literasi sekolah terus dimatangkan oleh semua sekolah dengan  mengembangkan berbagai strategi membaca, misalnya dengan memahami isi teks bacaan dalam semua mata pelajaran, dimana peserta didik menggunakan lingkungan fisik sosial, afektif, dan akademik disertai beragam bacaan (cetak, visual, auditori, digital) yang kaya literasi diluar buku teks pelajaran.

Untuk itu dengan semakin matangnya pelaksanaan literasi dasar yang dikembangkan oleh sekolah maka sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mampu menjawab tantangan pada situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan literasi di sekolah seperti pada saat musibah virus covide-19 ini.

Agar pembelajaran siswa dengan guru tidak terputus maka dapat dilakukan dengan memanfaatkan digital sebagai sarana untuk terus memacu gerakan literasi yang berbentuk Literasi Digital yang merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengkomunikasikan konten/informasi dengan kecakapan kognitif dan teknikal. Sebagai alat digital yang telah diluncurkan oleh beberapa penyedia aplikasi pembelajaran seperti program Ruang guru (teachher, s room)  dan program ruang kelas ( classroom), dengan demikian literasi digital sangat berperan dalam dunia pendidikan.

Digital literasi lebih cenderung pada –hal-hal yang berkaitan dengan keterampilan teknis dan berfokus pada aspek kognitif dan sosial emosional dalam dunia dan lingkungan digital. Beberapa elemen esensial dalam mengembangkan literasi digital diantaranya terletak pada  kultural, kognitif, konstruktif, komunikatif , kepercayaan,  kreatif kritis.

Dari beberapa elemen literasi digital yang perlu diperhatikan adalah kristis dalam menyikapi konten dan bertanggung jawab secara sosial, dan serta kreatif dalam melakukan hal-hal baru dengan cara yang baru.

Sehingga literasi digital sangat berperan dalam dunia Pendidikan saat ini, negara bahkan maupun dunia hampir seluruhnya tidak dapat saling  bertemu langsung terutama dalam rangka kerjasama dalam bidang ekonomi, perdagangan maupun kebudayaan dan lain-lain, dan Cuma hanya dapat dijawab dengan tantangan teknologi Digital. -hal terkait etika informasi.**

Penulis Pembina TK.I,IV/B, Kepala SMAN 1 Menjalin

 

 

 

loading...