100 Ha Lahan Sawit Hangus

karolin

TINJAU: Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat meninjau langsung proses pemadaman api di lahan milik PT ANI di Dusun Kuala Sengah Desa Pahauman Kecamatan Sengah Temila, Selasa (17/9) lalu. ISTIMEWA

Api Dekati Pemukiman Warga

NGABANG – Sedikitnya 100 hektar lahan menghanguskan lahan perkebunan milik warga dan PT Agro Nusa Investama di Dusun Kuala Sengah Desa Pahauman Kecamatan Sengah Temila, sejak Sabtu (14/9) lalu.

Api perlahan mendekati pemukiman warga pada Senin (16/9) lalu. Pemutus api pun dibuat dengan menggunakan empat alat berat milik perusahaan, agar api tak mendekati pemukiman warga Dusun Kuala Sengah Desa Pahauman.

Menurut pengakuan pihak perusahaan, api pertama muncul dari lahan perkebunan milik warga Kuala Sengah. Akan tetapi, hal itu dibantah oleh warga. Sejumlah saksi mengatakan api muncul pertama kali di lahan milik perusahaan, lalu merembet ke lahan mereka.

“Dua pernyataan bertolak belakang ini kami tampung. Lalu nanti akan ada penyelidikan lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Banda Kolaga, Rabu (19/9).

Hingga kini, menurutnya api sudah berhasil dipadamkan oleh tim Satgas Karhutla bersama pihak perusahaan. Akan tetapi, lahan yang berupa gambut berpotensi terbakar kembali. Oleh karenya ia meminta pihak perusahaan untuk mengerahkan segala daya upaya untuk memadamkan api dan tak muncul kembali.

“Oleh bupati, soal pidana diserahkan ke kepolisian. Tapi kalau dari pemda tidak ada. Sementara kami belum mendapat informasi tindakan dari Gakkum KLHK,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan patroli dan segera melaporkan wilayah yang terbakar serta bergotong-royong dengan pemerintah dalam memadamkan api.

“Meski titik api sudah berhasil dipadamkan tetapi dikarenakan lahan gambut yang kering masih berpotensi untuk terbakar kembali oleh sebab itu kami mengimbau kepada masyarakat supaya rutin melakukan patroli setiap wilayah jika terjadi kebakaran segera untuk melaporkan kepada pihak terkait. Untuk pemadamannya supaya bergotong-royong dengan pemerintah” jelas Bupati Karolin usai meninjau lahan yang terbakar di kampung Kuala Sengah, Selasa (17/9).

Selain itu, Bupati Karolin juga menyampaikan reaksi cepat terkait kebakaran lahan yang mengepung pemukiman warga Kuala Sengah. Pada hari pertama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak terjun ke lapangan, dan bersama warga bergotong-royong melakukan pemadaman api.

“Tetapi karena kekeringan yang cukup panjang kita kesulitan dalam memperoleh sumber air meski sudah dibuatkan embung dan parit oleh perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Landak, AKBP Ade Kuncoro menegaskan, saat ini pihaknya berfokus pada penanggulangan pemadaman sambil menunggu Satgas melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.

“Terkait masalah kebakaran dan hutan memang difokuskan dalam penegakkan hukum walaupun dibarengi dengan kegiatan preventif dan penanggulangan,” katannya.

Ia pun berharap kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar mengingat masih musim kemarau dengan curah hujan yang sedikit. “Dengan kondisi curah hujan yang rendah, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar” jelas Ade Kuncoro.

Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Sebatih Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak tersebut mengakibatkan lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari 40 hektar. Hal tersebut disampaikan oleh Humas PT. Wilmar Group Wilayah Landak-Sanggau Gregorius Uus.

“Untuk saat ini kita belum bisa dipastikan berapa luas lahan yang terbakar, tapi diperkirakan lebih dari 100 hektar. Karena dalam perhitungan 1 blok itu terdiri dari 25 hektar sementara yang terbakar ini sudah lebih dari 1 blok,” jelas Uus. (mif)

Read Previous

Jaringan Kabel Listrik Resahkan Warga

Read Next

Wakil Gubernur Buka Festival Budaya Paradje’

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular