1000 Kantong Darah Untuk Masyarakat yang Membutuhkan

donor darah

DONOR DARAH: Kesdam XII/Tanjungpura gelar donor darah dalam rangka peringatan HUT ke-74 Kesehatan TNI AD, yang diselenggarakan di Aula Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya, pada Selasa (8/10). FOTO SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

Donor Darah Peringatan HUT ke-74 Kesehatan TNI AD

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus menunjukkan kinerja nyata dalam mewujudkan tagline “TNI Profesional Kebanggaan Rakyat”. Semboyan tersebut sampai saat ini seakan masih belum padam dan terus berlanjut hingga perayaan HUT ke-74 Kesehatan TNI Angkatan Darat (AD) yang jatuh tepat pada Selasa (8/10) kemarin. Terutama dalam menjaga semangat serta profesionalisme TNI AD agar terus menjadi kebanggaan masyarakat, dengan salah satunya melangsungkan kegiatan donor darah dalam menjaga asa tagline tersebut agar terus menggelora.

Sigit Adriyanto, Sungai Raya

BERTEMPAT di Aula Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya, pada Selasa (8/10), Kodam XII/Tanjungpura melalui Kesdam XII/Tanjungpura menyelenggarakan donor darah secara massal dalam rangka peringatan ulang tahun ke-74 TNI AD tahun 2019. Tak tanggung-tanggung, Kesdam XII/Tanjungpura juga menargetkan untuk perayaan HUT ke-74 kesehatan TNI AD kali ini, seribu kantong darah ditargetkan untuk kemudian dikoordinasikan dengan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) dan diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Alfred Denny D. Tuejeh menuturkan kegiatan ini merupakan agenda serentak yang dilaksanakan di setiap Kodam yang ada di Indonesia. Jadi, jika ditotalkan tiap Kodam mengirim seribu kantong darah hasil donor, maka jumlah yang didapat dari donor keseluruhan Kodam bisa mencapai 15 ribu kantong darah. Dan tentunya, menurut dia, akan sangat berguna untuk membantu masyarakat yang membutuhkan khususnya bantuan darah.

Dia menambahkan, selain dari prajurit dan jajaran TNI, peserta lain yang turut ikut serta memeriahkan hari peringatan kesehatan TNI AD ke-74 ini juga datang dari mayarakat sipil yang memiliki semangat yang sama dalam mewujudkan tagline “TNI Profesional Kebanggaan Rakyat”. Hal ini menurut Kasdam sebagai hal yang bagus, terlebih melihat peran masyarakat sangat besar dalam misi kemanusiaan.

“Selain untuk memperingati hari ulang tahun, ini adalah wujud kepedulian dari TNI AD kepada masyarakat Indonesia, khususnya untuk warga kita yang ada di Kalbar,” katanya saat diwawancarai Pontianak Post, disela-sela kegiatan donor darah.

Sementara itu, Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam) XII/Tanjungpura, Kol Ckm dr. Sebastian A.B. mengatakan awal pemilihan giat donor darah dikatakan dia setelah menimbang sedemikian pentingnya sesuai dengan motto PMI yang berbunyi setetes darah menyelamatkan nyawa anda. Namun ternyata, pilihan tersebut juga didukung oleh Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Kapuskesad) untuk menyelenggarakan donor darah serentak di seluruh jajaran kesehatan angkatan darat se-Indonesia, pada Selasa (8/10) kemarin.

“Namun sayangnya untuk di Kesdam XII/Tanjungpura sendiri perayaan serentak itu urung dilakukan, karena di tiap-tiap daerah harus menyesuaikan dengan kepadatan jadwal PMI setempat. Contohnya di rumah sakit tingkat empat Singkawang yang sudah memulai pada (23/9) dengan perolehan 252 kantong darah. Kemudian dari Detasemen Kesehatan Daerah Sintang yang mulai (26/9), dan terakhir pada (30/9) dilaksanakan di Detasemen Kesehatan Wilayah Palangkaraya (Kalteng),” ungkapnya.

Dr Sebastian AB juga membeberkan, data terakhir peserta yang terdaftar untuk mendonor darah pada perayaan HUT ke-74 Kesehatan TNI AD yang dilaksanakan di Aula Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada ada lebih dari 500 peserta. Dia juga berharap agar paling tidak, dari 500 peserta yang terdaftar, pihanknya menargetkan 300 kantong bisa diterima pihaknya untuk disalurkan kembali ke masyarakat yang membutuhkan nantinya.

Sehingga, kata dia, dari jumlah tersebut paling tidak bisa menambah untuk memenuhi alokasi yang diselenggarakan oleh Kesdam XII, yakni mengumpulkan sebanyak 1000 kantong.

“Karena kalau berkaca dari pengalaman yang lalu, rata-rata jumlah yang terdaftar tidak semuanya bisa terambil. Karena tersisih oleh berbagai kendala. Seperti penyakit yang diderita pendonor, HB kurang, dan sebagainya yang membuat mereka tereliminasi untuk mendonor.”

Menanggapi kegiatan ini, menurutnya donor darah sangat diperlukan untuk melakukan langkah antisipasi terhadap hal-hal yang mungkin terjadi ke depannya. Terlebih saat ini, sudah mulai memasuki musim penghujan, yang tentunya bisa berdampak pada daya tahan tubuh dan mudah terserang penyakit.

“Kita antisipasi jika nantinya kebutuhan darah untuk masyarakat meningkat. Sehingga melalui kegiatan kami ini bisa menanggulangi masalah itu kedepannya,” pungkasnya. (*)

Read Previous

Minyak Goreng Curah Bakal Dilarang

Read Next

Rumah Terbakar Saat Ditinggal Antar Anak Sekolah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *