13 Desa Rawan Karhutla, Operasi Karuna 2019 Dimulai

PERIKASA PERALATAN: Kapolres AKBP Yury Nurhidayat memeriksa kelengkapan peralatan tim satgas Operasi Karuna 2019 usai apel pasukan di halaman Mapolres Ketapang, kemarin (24/7). AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

KETAPANG – Kepala Polres (Kapolres) Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat mengungkapkan, setidaknya terdapat 13 desa yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang. Hal tersebut diungkapkan Kapolres usai memimpin apel gelar Pasukan Operasi Karuna 2019 di halaman Mapolres Ketapang, Rabu (24/7) pagi.

“Dalam pemetaan daerah yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, setidaknya ada 13 desa yang rawan terjadi kebakaran,” ucap Kapolres. Kapolres tak memerinci 13 desa dimaksud, namun diungkapkan dia kebanyakan berada di Kecamatan Matan Hilir Selatan dan Muara Pawan. Oleh karena itu, pihaknya akan menitikberatkan operasi di lokasi-lokasi rawan tersebut. “Daerah Pelang dan Muara Pawan memang daerah rawan berdasarkan kejadian di tahun-tahun sebelumnya,” paparnya.

Selain di 13 desa rawan tersebut, pihaknya juga tetap melakukan operasi di semua daerah di Ketapang. Mereka akan memerintahkan langsung Polsek dan Koramil di seluruh kecamatan untuk mengantisipasi karhutla. “Sebelum Operasi Karuna ini anggota kami di seluruh kecamatan sudah melakukan sosialisasi pencegahan karhutla, karena kebakaran hutan dan lahan ini adalah bencana bagi kita semua,” kata dia.

Apel gabungan gelar pasukan tersebut sebagai tanda dimulainya Operasi Karuna. Apel yang dipimpin Kapolres tersebut diikuti oleh tim gabungan dari TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, dan Manggala Agni Daops Ketapang. Operasi ini digelar dalam rangka pencegahan terhadap pembakaran maupun kebakaran hutan dan lahan di Ketapang. Operasi ini akan berlangsung sampai 21 hari ke depan, dengan menyisir daerah-daerah yang dianggap rawan terjadinya kebakaran lahan. Selain itu, tim gabungan ini akan melakukan sosialisasi ke desa-desa di Ketapang.

Kapolres mengatakan bahwa apel pasukan ini dimaksudkan untuk mengetahui dan memantapkan tim satuan tugas pencegahan pembakaran maupun kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, pada apel tersebut sarana dan prasarana ditampilkan mereka. “Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana tim satgas ini sekaligus memantapkan persiapan sebelum terjun ke lapangan,” kata Yury.

Dia menjelaskan, dalam Operasi Karuna ini pihaknya menekankan kepada kegiatan pencegahan dengan melakukan sosialisasi ke desa-desa. Bahkan, di masing-masing desa, mereka akan membentuk tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan sebagai kepanjangan tangan dari tim yang telah dibentuk tersebut. “Tujuan utama kami adalah sosialisasi agar masyarakat tidak membakar hutan dan lahan,” jelasnya.

Selain sosialiasasi, Satgas Karuna ini juga dipastikan dia siap menanggulangi jika terjadi kebakaran hutan dan lahan, dengan peralatan yang telah dimiliki. Namun demikian, pihaknya tetap menekankan agar jangan sampai ada masyarakat yang sengaja membakar hutan dan lahan untuk kepentingan apapun. Terlebih lagi, diingatkakn dia, saat membakar tidak melapor kepada pihak desa. “Jangam membakar lahan, sekecil apapun, terlebih lagi di lahan gambut,” pesannya.

Jika ditemukan warga yang sengaja membakar lahan dan tidak meminta izin kepada pihak terkait, termasuk ke desa, maka akan mereka tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Pihaknya tidak akan segan menindak pelaku pembakaran hutan dan lahan. “Kita semua tahu dampak dari kebakaran ini adalah munculnya kabut asap yang dapat merugikan masyarakat luas. Mulai dari kesehatan, pendidikan, perekonomian dan sebagainya,” ungkap Yury. (afi)

Read Previous

Terapkan UKS Setiap Hari di Sekolah

Read Next

Simulasi Tempur, Patroli dan Serangan ke Pemukiman

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *