13 Pengunjung Kafe Reaktif, Didominasi Orang Luar Pontianak

UJI USAP: Salah satu pengunjung warkop diuji usap oleh Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak, setelah tes uji cepat menunjukan hasil reaktif. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Dari 214 pengunjung kafe yang dites uji cepat (rapid test) ditemukan 13 orang dinyatakan reaktif. Dari ratusan pengunjung itu, ternyata didominasi orang luar Kota Pontianak dengan status mahasiswa.

“Malam tadi (28/11) kami kembali melakukan monitoring. Sasarannya di kafe dan warkop di Jalan Reformasi, Kecamatan Pontianak Tenggara,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak, Sidiq Handanu. Dari 214 orang yang dilakukan rapid test, 13 orang di antaranya menunjukkan hasil reaktif, selanjutnya mereka menjalani uji usap (swab).

Sidiq mengimbau pemilik kafe dan warung kopi agar menegur pengunjung apabila duduk secara berkerumun. Seperti yang ditemukan mereka di salah satu kafe Jalan Reformasi, setidaknya lebih dari 250 hingga 300 orang yang ada di dalam kafe. Dia menyayangkan mereka yang sama sekali tidak menjaga jarak sebagaimana yang ditentukan dalam aturan protokol kesehatan. “Dalam hal ini pihak Satpol PP akan melakukan teguran dan tindakan terhadap kafe itu,” tegasnya.

Pengunjung kafe yang berlokasi di jalan tersebut, menurut dia, didominasi mahasiswa perantauan, yang mana mereka bertempat tinggal di indekosan tanpa pengawasan orang tua. Lantaran tanpa pengawasan ini, diakui dia, menyebabkan banyak dari mereka nongkrong di kafe dan warung kopi. “Kita mungkin akan melayangkan surat kepada perguruan tinggi untuk ikut mensosialisasikan kepada mahasiswanya tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Sepanjang pelaksanaan testing Covid-19 di sejumlah warung kopi dan kafe, pihaknya selalu menemukan di antaranya ada yang terkonfirmasi positif. Selain melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan, pihaknya juga memetakan sejauh mana transmisi Covid-19 di masyarakat. “Saat ini Kota Pontianak masih zona oranye, karena untuk mencapai kuning upayanya harus lebih giat lagi agar angkanya lebih turun dari kemarin,” tandasnya. (iza)

error: Content is protected !!