13 Tahun Eksistensi SEPOK Sosialisasikan Kegandrungan Bersepeda

BERSEPEDA: Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama teman-teman SEPOK bersepeda bersama dengan tetap bermasker. ISTIMEWA

Bagi Edi Kecil, Onthel Punya Kenangan Tersendiri

Komunitas Sepeda Onthel Kalimantan Barat (SEPOK) genap berusia 13 tahun. Perayaan hari jadi SEPOK tahun ini dilakukan sederhana. Pagebluk Covid musababnya. Meski dalam situasi pandemi, sosialisasi sepeda tetap nomor satu, tetapi dengan mematuhi protokol kesehatan

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

PULUHAN sepeda onthel berbagai merek terparkir di halaman Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, sejak pukul enam pagi. Beberapa panitia acara perayaan hari jadi SEPOK yang ke-13, kelihatan sibuk mengatur susunan acara. Koordinasi mereka lakukan, agar semua rangkaian acara dapat berjalan tanpa hambatan.

Di hari jadi SEPOK, Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut hadir. Gemar bermain sepeda, menjadikan Wako dan teman-teman SEPOK satu frekuensi. Sebelum pembukaan acaranya dimulai, merekapun bergowes ria. Mereka berkeliling melihat Pontianak di waktu pagi, bertenagakan pedal, sehingga mampu membuat keringat mengucur. Alhasil tujuan sosialisasi sepeda didapat, badan pun ikut sehat.

Melihat komunitas SEPOK menggunakan sepeda Onthel, secara tak sengaja mengingatkan masa kecil Wako ketika belajar bermain sepeda.

“Waktu saya belajar bersepeda, saya menggunakan sepeda onthel laki-laki, jadi saya ngengkolnya miring dari sela frame sepeda karena sepedanya terlalu tinggi. Itu kenangan kecil saya,” kenang Edi saat menghadiri Ulang Tahun Komunitas Sepeda Onthel Kalimantan Barat (SEPOK) ke-13 di halaman rumah dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Minggu (17/1) pagi.

Di usia ke-13 SEPOK, Edi menyampaikan ucapan selamat pada seluruh anggota SEPOK. Menurutnya, komunitas pecinta sepeda tua ini adalah bentuk komunitas silaturahmi dengan hobi yang sama. Keberadaan SEPOK dinilainya memberikan manfaat untuk kehidupan sosial budaya di Kota Pontianak. “Bahkan tidak hanya kumpul olahraga, tapi juga kegiatan sosial yang telah dilaksanakan oleh komunitas ini,” sebutnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak akan menciptakan kota yang semakin baik dan nyaman, kota yang ramah sepeda dengan lingkungan yang nyaman beserta ruang terbuka hijaunya. Taman-taman kota kian diperbanyak mereka di setiap kecamatan sebagai wadah interaksi antara masyarakat. “Baik sebagai sarana olahraga maupun rekreasi keluarga dan kegiatan lainnya,” katanya.

Di tempat sama, Ketua SEPOK Kalbar Jayus Agustono mengungkapkan bahwa mereka sudah menginjak usia 13 tahun. Di perayaan tahun ini, diakui dia, masih dalam kondisi Covid-19. Itulah sebabnya penerapan protokol kesehatan menjadi acuan mereka.

Selain mensosialisasikan sepeda, mereka juga ikut dalam kegiatan-kegiatan sosial. “Di sini, kami akan mengumpulkan dana, buat membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir di beberapa kabupaten di Kalbar. Rencananya setelah kegiatan ini akan kami kumpulkan,” ujarnya.

Ke depan, keberadaan SEPOK di Kota Pontianak dipastikan dia akan terus ada. Sosialisasi sepeda tetap digaungkan mereka. SEPOK juga membuka diri jika dalam perjalanan ke depan dilibatkan pemerintah dalam berbagai kegiatan. (*)

error: Content is protected !!