1300an Target Akseptor di Pontianak Tercapai

PANTAU: Pelayanan Pemasangan Alkon dipantau oleh Kepala BKKBN Kalbar Tenny Calvenny Soriton bersama Ketua PKK Kalbar Lismaryani Sutarmidji. Mirza/Pontianak Post

Pelayanan Sejuta Akseptor di Tengah Covid 19 Ikuti Rambu Kesehatan

Pemerintah Kota Pontianak, melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mendapatkan kuota 1327 pada program pelayanan sejuta akseptor di Harganas tahun ini. Di tengah pandemi covid 19, bagaimana pemberian pelayanan itu kepada masyarakat ?

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Senin 29 Juni, merupakan perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Momentum Harganas itu dimanfaatkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalbar buat melakukan pelayanan sejuta akseptor serentak di seluruh wilayah Kalbar. Kota Pontianak, menjadi salah satu kota yang memberikan pelayanan akseptor itu dengan pusat di salah satu fasilitas kesehatan swasta di Jalan Danau Sentarum. Dipusatkan di sana, seluruh kegiatan turut dihadiri oleh orang-orang berkepentingan. Di antaranya Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Tenny Calvenny Soriton, Ketua PKK Kalbar, Lismaryani dan perwakilan dari Pemkot Pontianak, Kepala DP2KBP3A, Darmanely beserta jajaran.

Di tengah pandemi covid 19, pelayanan yang melibatkan banyak orang, tentulah menjadi perhatian pelaksana dan petugas yang langsung berhadapan dengan pasien. Jika tak mentaati aturan protokol kesehatan covid, alih-alih target tercapai, justru menimbulkan kluster covid baru. Pada pelayanan sejuta akseptor yang dilakukan kemarin, perhatian protokol kesehatan benar-benar menjadi utama. Petugas yang memberikan pelayanan pasien, diberikan Alat Pelengkap Diri. Pelayananpun juga dibatasi dengan maksimal 20 orang dengan aturan jarak. Alhasil, pelayanan sejuta akseptor di tengah pandemi covid 19, berjalan lancar.

Kepala Dinas Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pontianak, Darmanely menerangkan, layanan sejuta akseptor ini merupakan program BKKBN dengan pelaksanaan pelayanannya mengambil momentum Harganas. Kota Pontianak sendiri, mendapat tugas menghabiskan 1327 akseptor. Pelayanan pemasangan alat kontrasepsi ini kata dia, diberikan secara gratis. Tempatnya berada di fasilitas kesehatan di enam Kecamatan Kota Pontianak. Mulai dari rumah sakit, puskemas sampai faskes milik swasta.

Meski dalam kondisi covid, ia meyakini 1300 an kuota program sejuta akseptor yang diberikan kepada Kota Pontianak bisa terserap semuanya. Dari informasi yang ia dapati, pelayanan akseptor sejak pagi sudah mencapai 898. “Kami optimis, angka yang dipatok bisa tercapai,” ungkapnya.

Apalagi melihat antusias masyarakat yang datang buat ikut dalam pelayanan pemasangan alkon. Di Kota Pontianak begitu tinggi. Artinya rerata para keluarga di sini sudah memahami tentang perencanaan keluarga dengan mengatur jarak kelahiran. Ditanya pelayanan pemasangan alkon saat pandemi covid 19, dipandang dia tak mengalami perubahan.

“Semua tempat pelayanan tetap buka. Namun dalam pelayanan mereka menerapkan protokol kesehatan. Menggunakan  masker dan APD. Termasuk pelayanan hari ini (kemarin). Semua berstandar kesehatan,” katanya. “Pelayanan sejuta akseptor ini merupakan program BKKBN pusat. Momentum perayaan Harganas ini, dilakukanlah pelayanan serentak diseluruh Indonesia. Kalbar kebagian sekitar 23 ribuan program akseptor yang disebarkan di seluruh fasilitas kesehatan di Kalimantan Barat,” ujar Kepala BKBBN Kalbar, Tenny Calvenny Soriton, usai melakukan peninjauan pelayanan akseptor di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Ia menjelaskan, masa pandemi covid-19 seperti ini jangan menjadi alasan bagi masyarakat untuk tidak mendatangi pelayanan kesehatan. Karena semua fasilitas kesehatan tetap memberikan pelayanan walau dalam situasi seperti ini. Pantauan dia saat petugas kesehatan memberikan pelayanan sejuta akseptor, semuanya dilengkapi dengan Alat Pelengkap Diri. Artinya semua pelayanan yang diberikan mengacu pada standar kesehatan covid-19.(**)

error: Content is protected !!