16 Kapal Ditenggelamkan

menteri susi

TENGGELAMKAN: Bupati Hj Erlina bersama Menteri Susi Pudjiastuti beserta para pejabat saat menghadiri kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Kapal Perikanan Pelaku ilegal fishing. WAHYU/PONTIANAKPOST

Erlina Dukung Tindak Pelaku Ilegal Fishing

MEMPAWAH– Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH mengapresiasi langkah Kementrian Kelautan dan Perikanan menindaktegas pelaku ilegal fishing di wilayah perairan Indonesia. Menurut Erlina, penindakan tidak hanya untuk menjaga kedaulatan negara, melainkan juga membantu nelayan lokal mengatasi aksi pencurian ikan dengan cara-cara ilegal.

“Kebijakan penindakan ini sudah dilaksanakan Ibu Susi sejak awal beliau memimpin Kementrian Kelautan dan Perikanan. Penindakan tersebut sangat tepat dan strategis sebagai bentuk konsekuensi dari pelanggaran hukum diwilayah perairan Indonesia,” pendapat Erlina saat menghadiri kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Kapal Perikanan Pelaku Ilegal Fishing di perairan Pulau Datuk, Kabupaten Mempawah, kemarin siang.

Pemusnahan yang dilaksanakan Kejaksaan Negeri Pontianak bersama Satgas 115 itu dihadiri langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ibu Susi Pudjiastuti. Hadir pula sejumlah pejabat daerah seperti, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Forkopimda Kalimantan Barat, Danlantamal XII/Pontianak, Wakapolda Kalbar, Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Hukum dan Politik, Kasi Kamnegtibum Kejati Kalbar, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Pontianak, Bupati Mempawah dan Kasdim 1207/BS serta lainnya.

Menurut Erlina, kebijakan penindakan dengan menenggelamkan kapal-kapal nelayan asing yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia memberikan dampak positif terhadap kedualtan negara. Sehingga, negara-negara asing semakin segan dan tidak melakukan aktivitas di zona perairan Indonesia.

“Disamping itu pula, untuk mengamankan dan menyelamatkan potensi laut yang ada di Indonesia dari pencurian oleh pihak-pihak asing. Kita memiliki hukum laut yang harus dipatuhi dan ditaati seluruh pihak,” tegasnya.

Sehingga, lanjut Erlina, memberikan dampak positif terhadap nelayan tradisional dan nelayan lokal yang ada di Indonesia termasuk di Kabupaten Mempawah. Nelayan dapat memanfaatkan kekayaan alam laut untuk kebutuhan hidup dan memenuhi keperluan keluarga.

“Selama ini nelayan kita selalu kalah bersaing dengan nelayan-nelayan luar negeri. Baik dari sisi perlatan maupun fasilitas lainnya. Hasilnya, sudah pasti nelayan kita tidak akan mendapatkan tangkapan yang lebih banyak dari nelayan asing. Maka, keberadaan nelayan asing ini harus ditindaktegas,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti beserta rombongan berangkat dari Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak dengan menggunakan kapal menuju ke perairan Pulau Datuk. Setibanya di lokasi, sebanyak 16 kapal yang menjadi barang bukti dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan menggunakan kapal pemompa.

Penenggelaman tersebut merupakan penegakan hukum terhadap pelaku illegal, unreported, unregulated fishing (IUU Fishing) sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Perikanan Republik Indonesia. Kapal yang dimusnahkan telah mendapatkan putusan pengadilan.(wah)

Read Previous

Peringatan HUT TNI ke-74, Lantamal XII Tanam 4.500 Mangrove

Read Next

Bocah 5 Tahun Dicabuli

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *