170 Koperasi Dinilai Tak Aktif

SAMPAIKAN: Bupati Sintang Jarot Winarno tengah menjelaskan mengenai kondisi koperasi daerah di Kabupaten Sintang. ISTIMEWA

SINTANG – Dari 335 koperasi yang tersebar di Kabupaten Sintang, hanya 165 koperasi yang dinilai masih aktif. Sementara, 170 koperasi masih dinyatakan tak aktif. Hal ini dibenarkan oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Dari data jumlah koperasi tersebut, mantan dokter di RS Soedarso ini menjelaskan, diantara data itu, ada koperasi yang tidak melaksanakan rapat anggota tahunan atau RAT.

“Akhirnya dengan mohon maaf sekitar 80-an sudah kita tutup, jadi 165 tu yang sehat. Dari 165 itu, yang terbaik itu KUD Harapan Jaya ini karena jadi contoh gerakan koperasi. Sehingga inilah contoh dari pengejawantahan dari pasal 33 UUD 1945, sebagai usaha bersama dan diselenggarakan dengan gotong royong,” ungkap Jarot, kemarin.

Orang nomor satu di Bumi Senentang ini pun memberikan apresiasi keberadaan KUD yang dinilai masih aktif dan memenuhi prinsip koperasi dan regulasi yang ada,

“Sekarang ini, koperasi harus pandai berkreativitas dan berinovasi. Misal pelayanan secara online. Cara pelayanan ditingkatkan, jenis usaha dikembangkan, mudah-mudahan koperasi ini semakin baik,” harap Jarot.

Sementara, salah satu koperasi yang masih aktif, yakni KUD Harapan Jaya baru tengah berbenah terhadap pembangunan kantor yang menelan anggaran sekitar Rp1,3 miliiar. Selain itu, koperasi ini dinilai juga masih mengedepankan pelayanan terhadap anggota.

Ketua KUD Harapan Jaya Supriyadi mengungkapkan, membangun koperasi ini tak mudah. Bersama partisipasi masyarakat koperasi bisa mengentaskan perlbagai masalah yang tengah dihadapai.

“Saya yakin bukan anggota saja bisa merasakan, tapi yang bukan anggota koperasi juga bisa ikut merasakan. Ketika jalan di sini belum aspal, ada jalan rusak, Koperasi Harapan Jaya punya alat berat kami senantiasa memperbaikinya,” jelasnya.

Selain itu juga, Supriyadi mengungkapkan bahwa KUD Harapan Jaya saat ini memilik beberapa unit kendaraan truk dan juga ambulans. Untuk ambulans tidak hanya bisa di gunakan oleh anggota saja tapi juga bagi masyarakat setempat yang ingin menggunakan untuk membawa keluarga dan siapa saja yang sakit atau ada warga yang meninggal dunia, dengan tidak dipunggut biaya pembayaran atau gratis.

“Kami punya ambulans. Tidak diperuntukan untuk anggota saja, tapi yang bukan anggota juga turut bisa merasakan jasa ambulans kami. Tidak kami pungut biaya, alias kami gratiskan,” bebernya. (fds)

error: Content is protected !!