183 Pelajar Ikut Pajak Bertutur

SAPA: Tim Pajak Bertutur menyapa peserta #PajakBertutur2020, Rabu (15/7) | IST

PONTIANAK—Dalam rangkaian Hari Pajak, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat bekerja sama dengan enam Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan yang berada di Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Ketapang menggelar Pajak Bertutur secara daring di aula Kanwil DJP Kalimantan Barat, Rabu (15/7).

Kepala Kanwil DJP Kalimantan Barat Ahmad Djamhari mengatakan kepada 183 pelajar yang tergabung dalam kegiatan Pajak Bertutur bahwa 74 persen pendapatan negara berasal dari pajak. “Negara membutuhkan pajak untuk membiayai pendidikan, pembangunan infrastruktur, pertahanan, kesehatan dan masih banyak belanja negara lainnya. Sekarang adik-adik masih menjadi pelajar dan belum saatnya untuk membayar pajak,” kata Djamhari.

“Saya pesan kepada adik-adik semua, agar belajar dengan baik, menjaga fasilitas umum, tidak melakukan vandalisme, dan jangan membeli barang barang-barang bajakan,” lanjut Djamhari saat memberikan sambutan.

Ia menyampaikan pula, “Kalian adalah calon generasi emas dimana pada tahun 2045, 20 hingga 25 tahun lagi, kalian berada di usia produktif dan diproyeksikan mendominasi sekitar 60% dari proyeksi jumlah penduduk pada saat itu sekitar 297 juta. Jika kalian semua membayar pajak, maka APBN kita akan meningkat berlipat-lipat. Pembangunan negara akan melesat, fasilitas yang kita rasakan akan sangat banyak. Maka impian kita menjadi negara yang maju tidaklah sebatas angan angan saja.”

Pada kesempatan yang sama, pemateri Pajak Bertutur Bestari L. Hutauruk menyampaikan bahwa pajak bagaikan kandungan air dalam tubuh. “Sedikit saja jumlah kandungan cairan dalam tubuh berkurang, akan berakibat dehidrasi, kegagalan organ vital, gangguan sirkulasi darah dan bahaya lainnya,” kata Bestari. “Sebagaimana pentingnya cairan tubuh bagi manusia, seperti itu juga pentingnya pajak bagi denyut nadi pembangunan,” lanjut Bestari.

Sudah 10 tahun target penerimaan pajak tidak tercapai. “Dari 267 juta penduduk 41 juta yang terdaftar sebagai wajib pajak dari 41 juta, hanya 1 juta orang yang membayar dan melapor pajak (3% dari yang terdaftar sebagai wajib pajak),” kata Bestari. “Betapa pentingnya pajak namun kesadaran kita masih rendah,” lanjut Bestari.

“Sekarang, adik-adik memang belum saatnya membayar pajak, namun banyak hal yang dapat adik-adik lakukan. Apa itu,” tanya Bestari.

“Belajar dengan baik, meningkatkan kompetensi untuk mempersiapkan diri menjadi generasi masa depan yang kompetitif dengan mengikuti kelas-kelas peningkatan kompetensi; aktif dan kreatif membangkitkan jiwa wirausaha, menjaga diri dari pergaulan bebas dan narkoba,” kata Bestari.

Kegiatan penuh dengan banyak hadiah dari permainan yang diberikan oleh Tim Pajak Bertutur, mulai dari permainan tebak gambar dan menjawab pertanyaan melalui kuis. “Wah, acaranya lucu dan seru kak!” celetuk salah satu peserta pajak bertutur. (r/*)

loading...