2.759 Napi Dapat Remisi

PEMBERIAN REMISI: Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan secara simbolis memberikan SK Remisi kepada salah seorang narapidana. Secara total ada 2.759 narapidana di Kalbar yang mendapat remisi, kemarin (17/8). PAGE FACEBOOK HUMASKUBURAYA

PONTIANAK – Sebanyak 2.759 narapidana (napi) mendapat remisi pada hari ulang tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Padahal sebelumnya telah diusulkan 2.787 napi yang akan menerima remisi pada peringatan kemerdekaan RI tahun ini.

Pemberian remisi ini dilakukan pada upacara peringatan kemerdekaan di Lapas Kelas II A Pontianak, Sabtu (17/8). Secara simbolis pemberian remisi tersebut dilakukan Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar Ria Norsan.

Humas RB dan TI Kanwil Kemenkumham Kalbar Zulzaeni Mansyur menjelaskan bahwa remisi yang diberikan itu bukanlah masa tahanan, melainkan masa menjalani pidana. Remisi itu, menurut dia, diberikan setelah napi memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam perundang-undangan.

Bagaimana dengan napi korupsi? Ia menjelaskan bahwa pemberian remisi kepada napi korupsi membutuhkan persyaratan yang relatif rumit dibanding napi kasus pidana umum lainnya.

“Ada persyaratan tambahan, seperti telah membayar denda/uang pengganti sesuai putusan majelis hakim serta menjadi justice collaborator,” jelas Zulzaeni.

Sebaliknya, dia juga menegaskan bahwa napi bisa tidak mendapat remisi dikarenakan berbagai sebab. Sebab yang dimaksud dia mulai dari status hukum yang belum tetap, belum memenuhi batas minimal pemidanaan, hingga belum memenuhi persyaratan bagi narapidana khusus sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012. Napi yang termasuk dalam PP 99 itu, diungkapkan dia, merupakan napi kasus terorisme, narkotika, trafficking, illegal logging, illegal fishing, kejahatan trans nasional, hingga korupsi. “Jadi syarat untuk mendapatkan remisi bagi narapidana khusus itu cukup ketat,” timpal dia.

Zulzaeni berharap remisi yang diberikan kepada warga binaan itu bisa menjadi penyemangat untuk berperilaku yang lebih baik. Mereka diharapkan dia, tidak mengulangi perbuatan pidana yang pernah dilakukan, terlebih bagi narapidana yang langsung bebas

“Orang yang mendapatkam remisi apabila memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Misalnya bukan tahanan, lalu narapidana yang berkelakuan baik dan telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan,” tutupnya.

Sementara itu, dijelaskan dia juga bahwa ada dua remisi yang diberikan kepada napi. Remisi dimaksud dia yakni Remisi Umum (RU-1) dan Remisi Umum (RU-2). Dijelaskan dia juga bahwa mereka yang mendapat RU-1, hukumannya dipangkas satu hingga enam bulan. Sedangkan yang mendapat RU-2, dipastikan dia langsung bebas, dengan pemotongan masa pidana penjara yang sama dengan remisi umum 1. (mse)

Read Previous

90 Komunitas Ikuti Upacara Bendera di Sungai Kapuas

Read Next

Hindari Hat-trick Kalah

Tinggalkan Balasan

Most Popular