2 Hari, 52 Ha Lahan Gosong

DI SINGKAWANG: Manggala Agni Daops Singkawang, Satgas Gabungan dan warga yang ambil bagian memadamkan lahan terbakar. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Lahan Sawit Ludes 

SINGKAWANG-Dua hari terakhir ini kebakaran lahan kembali melanda Singkawang. Kurang lebih 15 hektar lahan hangus terbakar. Satu titik di Kelurahan Bukit Batu, Singkawang Tengah dan Kelurahan Naram, Singkawang Utara.

Kebakaran lahan tersebut terjadi Selasa (20/8). Dan saat ini Manggala Agni Daops Singkawang terus melakukan pemadaman.

“Kalau lokasi di Kelurahan Bukti Batu itu dekat wilayah pesantren Alfatah. lahan terbakar kurang lebih 5 hektare Sedangkan di Kelurahan Naram, Singkawang Utara luas lahan terbakar kurang lebih 15 hektare,” ungkap Kepala Manggala Agni Daops Singkawang, Yuyu Mahyudin kepada koran ini, Rabu (17/8) kemarin.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun semua yang terbakar merupakan laham milik warga.
“Indikasi penyebab kebakaran belum diketahui,” jelasnya.

Seluruh sarana prasarana dikerahkan pihaknya dalam memadamkan api. Pemadaman ini diketahui setelah adanya laporan dari Danramil setempat. Di lokasi dekat pesantren, mulai regu Regu Manggala Agni Daops Singkawang, TNI, Satgas Al Fatah Rescue hingga warag ikut berpartisipasi memanggulangi kebakaran.

Di lokasi ini, kata Yuyu, pemadaman berlangsung dari pukul 15.50Wib sampai 22.30 Wib, lahan yang terbakar mencapai ±5 Hektare. Sementara luas lahan yang berhasil dipadamkan seluas ± 1 hektare.
“Pemadaman ada dua titik menggunakan mesin mex3 dan menggunakan mobil tangki, lahan yg terbakar dapat di lokalisir di pinggiran rumah warga dan sekolahan,” ujarnya.

Sementara di Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang utara berasal dari adanya laporan Kapolsek Singkawang Tengah ke Posko Siaga Daops adanya kebakaran kemudian Kadaops memerintahkan anggota Manggala Agni Daops Singkawang melakukan size up dan memutuskan melakukan pemadaman awal. Areal yang terbakar cukup luas perlu melakukan pemadaman lanjutan.

Bahkan Kepala Manggala Agni Daops Singkawang, Yuyu Mahyudin mengatakan kebakaran lahan kembali terjadi di Kelurahan Sei Bulan dimana diperkirakan luas terbakar mencapai 37 hektare. Daan saat ini proses pemadaman kebakaran terus dilakukan dan berhasil dilokalisir.

“Kami imbau kepada warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar atau sekedar membuang puntung rokok sembarangan,” imbaunya.

Lahan Sawit Terbakar

Kebakaran juga kembali terjadi di lahan milik perusahaan. Kali ini, kebun sawit milik PT Ichtiar Gusti Pudi (IGP) di Dusun Blangiran Desa Pamayam Kecamatan Ngabang, seluas 40 hektare hangus, Selasa (20/8) lalu.

Polsek Ngabang dan Koramil Ngabang bersama sama dengan Badan Panggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak melakukan pemadaman kebakaran tersebut. Tampak Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak Banda Kolaga pun ikut pergi ke lokasi.

Kapolsek Ngabang Kompol B. Sembiring, mengatakan, jajarannya segera mendatangi lokasi kebakaran setelah mendapatkan informasi dari satelit Lapan. Pihaknya pun berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Landak, Iptu Idris Bakara serta dengan instansi terkait. “Kami berfokus pada pemadaman. Jangan sampai api menyebar,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa saat ini fokusnya pada upaya pemadaman. “Sambil kita cari tahu kejelasan yang sebenarnya, akan ada investigasi,” jelasnya.

Sementara itu, Manager Operasional PT IGP, Karmin mengatakan sekitar 40 Hektar lahan terbakar. Api muncul pad/a 13 Agustus lalu. Akan tetapi, api kembali menyala karena kondisi tanah yang kering. “Sudah kita tanggani, dan pada tanggal 14 padam. Tapi api kembali muncul pada tanggal 16.

Disinggung mengenai kesiapan perusahaan, mengaku pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin dalam memadamkan api. Perusahaan pun sudah menyiapkan berbagai peralatan Damkar.

Namun karena lahan yang sudah kering dan beberapa luasan berjenis gambut, api kembali muncul. “Dan ditambah lagi dengan angin yang kencang membuat pihak perusahaan kewalahan untuk memadamkan api tersebut sehingga pihak perusahaan meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak,” terangnya. (mif/har)

Read Previous

Karhutla di Mempawah Jadi Sorotan

Read Next

Penyelundupan Ponsel di Rutan