2022, Cukai Rokok Naik, Industri dan Kaum Buruh Menjerit

JAKARTA – Pelaku di industri hasil tembakau (IHT) terdiri dari petani tembakau dan buruh rokok mengkhawatirkan nasibnya jika pemerintah tetap menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada 2022.

Sekjen Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Kudus Badruddin mengatakan buruh rokok seakan mau ditiadakan padahal industri rokok masih berkontribusi bagi negara. Selama ini di Kudus, lanjutnya, telah terjadi penurunan tenaga kerja secara drastis.

“Jumlah tenaga kerja di Kudus 100.000 lebih, sebanyak 80 persen di antaranya merupakan buruh rokok. Ini sebetulnya telah menurun drastis karena pabrikan rokok banyak yang bangkrut,” kata Badruddin melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/9).

Menurutnya, banyak industri kecil yang tidak bisa melanjutkan usahanya karena adanya pergeseran tren perokok, termasuk juga tekanan pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat buruh di Kudus ini tidak baik.

“Kami belum bangkit dari Covid-19, kini semakin dibebani regulasi (cukai) dari pemerintah. Melihat kondisi seperti ini, SKT dan perajinnya bisa punah,” katanya.

Itulah sebabnya dia berharap agar pemerintah memberikan kebijakan yang tidak menekan industri sehingga buruh tidak ikut tertekan. “Saatnya pemerintah melindungi karena dari awal rokok penyumbang APBN. Belum lagi kretek ini padat karya dan menjadi cerminan kedaulatan ekonomi bangsa,” ujarnya.(jp)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!