215 Ekor Kacer Asal Malaysia Dlepasliarkan

LEPAS. Ratusan ekor burung kacer yang disita TNI di Sui. Daun akhirnya dilepasliarkan ke alam. SUGENG/PONTIANAKPOST

Ditangkap Satgas Pamtas Yonmek

SANGGAU – Ratusan Burung Kacer yang dikirim dari Malaysia ke Indonesia secara ilegal dapat digagalkan oleh Satgas Pamtas Yonif Mekanis (Yonmek) 643 Wanara Sakti pada Rabu (28/8) kemarin di jalur perbatasan. Pengiriman menggunakan jasa ojek motor.

Komandan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Mayor Inf. Dwi Agung Prihanto mengatakan Burung Kacer yang diselundupkan itu sebanyak 215 ekor. Semuanya dibawa dengan jasa kurir ojek motor melalui jalur tikus di Sungai Daun, Kecamatan Sekayam.

“Tujuan pengiriman di Balai Karangan. Pengojek berinisal AA mendapat order untuk mengantarkan kotak yang tidak diketahui isinya dari batas Sungai Daun ke Balai Karangan,” katanya, Kamis (29/8).
“Pada saat AA melintas di Pos Dalduk Sungai Daun sama anggota jaga diminta berhenti, karena agak mencurigakan kok ada motor dari arah batas subuh-subuh. Begitu anggota periksa bawaannya, isinya burung Kacer,” ungkapnya.

Dari keterangan AA, dia diminta untuk mengambil kotak kepada AW, warga Malaysia oleh DN, warga Sanggau di Sungai Daun. Menurut AA, DN menunggu kotak itu di Balai Karangan.

“Saat dilaksanakan penelusuran ke Balai Karangan untuk mencari orang dengan ciri-ciri seperti yang disampaikan AA, si DN sudah tidak ada. Terhadap AA kami berikan pembinaan supaya kedepan lebih hati-hati menerima orderan,” ujarnya.
Sementara itu, sebanyak 215 ekor burung Kacer yang diamankan Satgas Yonmek 643/Wns, Rabu siang diserahkan ke Stasiun Karantina Pertanian Entikong untuk proses lebih lanjut.

Burung Kicau

Burung Kacer/Murai kampung/Kucica kampong (bahasa Latin: Copsychus saularis) adalah burung pengicau kecil yang sebelumnya dikelompokkan sebagai anggota keluarga Turdidae (murai), tetapi kini dianggap sebaagi anggota Muscicapidae. Burung ini berwarna hitam dan putih dengan ekor yang panjang.

Ekornya terangkat ke atas jika mereka sedang mencari makanan di tanah atau kadang ketika sedang bertengger. Burung ini banyak ditemukan di daerah Asia Selatan dan Asia tenggara. Di Indonesia burung ini mulai langka karena penangkapan yang berlebihan untuk dipelihara.

Nama Lain dari Kucica Kampung adalah kacer, Burung ini suka menjelajah di berbagai lingkungan yang kecepatan terbangnya bisa mengungguli kerabatnya murai batu. bahkan dari burung berbulu hitam,berekor panjang seperti lidi. Burung kacer banyak mendiami dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Bahkan tidak jarang ada yang terlihat di perumahan penduduk.

Di Jawa tengah dan Jawa timur, burung bertubuh gempal ini di kenal dengan sebutan srintil. Burung kacer terbilang sangat aktif mencari makan. Mulai dari pohon kelapa, randu, pisang atau ranting pohon kering burung ini terlihat sendiri akan tetapi akan selalu bersama pasanganya pada saat musim kawin. (sgg/sumber wikipedia)

Read Previous

Asprov dan Klub se Kalimantan Dukung Iwan Bule Jadi Ketum PSSI

Read Next

Pererat Hubungan dengan Satker

Tinggalkan Balasan

Most Popular