Junaidi-Sahrani Deklarasi, Beringin Kalbar Masih Menunggu

PONTIANAK—Pasangan Junaidi-Sahrani akhirnya mendeklarasikan diri maju sebagai Bakal Calon (Bacalon) Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Ketapang periode 2020-2024 pada Selasa(11/2) malam di Kabupaten Ketapang. Duet dengan nama Koaliasi Rakyat Bersatu ini didukung empat partai polik (NasDem, PPP, PKS dan PKB). Lantas bagaimana sikap Partai Golkar terhadap kadernya maju memakai perahu partai politik lain ?

Pengurus Golkar Kalimantan Barat belum bersikap. Melalui Prabasa Anantatur, Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar menjawab Partai Golkar menyambut baik bahwa kadernya, Junaidi didorong empat partai koalisi. ”Dia (Junaidi) sudah tahu resikonya. Hanya Golkar belum bisa bersikap untuk Junaidi pada posisi sekarang,” ucapnya, Rabu(12/2) di Pontianak.

Menurut Prabasa bisa saja di DPP Golkar justru mendukung Junaidi maju sebagai Bacalonkada Ketapang. Masalahnya Golkar Kalbar juga belum dapat memastikan atau memutuskan siapa pemakai perahu pohon beringin ini. DPP Golkar sendiri sampai sekarang belum mengeluarkan surat secara resmi dan diatas kertas belum ada.

“Mekanisme pengodokan Bacalonkada pada 7 Kabupaten di Kalbar terus berjalan di DPP Golkar. Insha Allah tidak ada halangan, pada pertengahan April 2020 bakalan keluar rekomendasi untuk Bacalonkada Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Ketapang,” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Kalbar ini menyebutkan bahwa yang harus diketahui semuanya adalah Junaidi merupakan kader Golkar. Tidak mungkin Partai Golkar mengusung Bacalonkada Bupati pada perahu yang sama. Nah seandainya ada partai lain mengambil dalam konsep membangun daerah, Golkar juga tidak bisa mencegah keinginan kader bersangkutan.

“Mau dibilang bagaimana, tentunya tidak bisa menghalangi kader mengabdikan diri dalam membangun daerah,” tukasnya.

Sikapr Partai Golkar Kalbar seperti sudah dijelaskan sebelumnya yakni menunggu surat dari DPD Golkar Kabupaten Ketapang. Nah, sampai sekarang Golkar Ketapang belum bersikap mengenai majunya Junaidi.

“Bagi Golkar itu hal biasa. Apalagi kader Golkar banyak punya potensi,” katanya.

Golkar Ketapang dengan 10 kursi di legislatif, memang bisa mengusung bacalonkada sendiri. Hanya Partai Golkar tetap membuka kesempatan membangun koalisi bersama dengan partai lain. “Tidak menutup kemungkinan, partai lain bergabung bersama Golkar dengan konsep membangun Ketapang lebih bagus lagi,” ucap Prabasa.

Terpisah, Syarif Abdullah Alkadrie, Ketua DPP NasDem Kalimantan dan Ketua DPW NasDem Kalimantan Barat mengatakan tak ingin terlalu jauh menyikapi sikap dari Golkar Kalbar. Menurutnya pada era keterbukaan seperti sekarang, siapapun bacalonkada potensial boleh maju dalam konstelasi politik Pilkada Langsung tahun 2020.

NasDem Ketapang dan Kalbar sendiri punya alasan mendukung duet Junaidi-Sahrani yang sudah menggelar deklarasi bersama NasDem (4), PPP (4), PKS (1) dan PKB (1) di Kabupaten Ketapang.

“Jelas ukurannya survei dan peluang menang. Duet Junaidi-Sahrani, punya elektabilitas dan popularitas tinggi dan hal lain,” kata Syarif.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI juga menambahkan secara garis besar, kepartaian memang punya aturan ketika berbicara kadernya maju dari partai lain. Aturan umum jelas ada semacam sanksi. “Hanya, dia tidak mau bicara panjang lebar ke arah sana.

“Yang pasti, koalisi empat partai sangat solid mendukung kemenangan Junaidi-Sahrani bertarung pada Pilkada Kabupaten Ketapang 2020,” ucapnya.

Junaidi Bacalonkada Bupati dari Koalisi Rakyat Bersama ditelpon sebelum acara Deklarasi menyebutkan bahwa siap menerima konsekuensi terkait dirinya maju dari perahu partai lain.

”Saya siap kalau konsekuensi harus di PAW(Pergantian Antar Waktu) termasuk ditarik dari susunan penggurus,” ujarnya.
Bang Junai sapaan karibnya hanya ingin memenangkan Pilkada Ketapang tahun 2020-2024 ini.(den)

Read Previous

Tahanan Pingsan, Penularan Virus Korona Kini Menyebar Lewat Penjara

Read Next

Buaya Dua Meter Terjerat Pukat Warga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *