3.190 UMKM Layak Terima Subsidi Bunga

Kepala OJK Kalbar, Moch Riezky F Purnomo

PONTIANAK – Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat (OJK Kalbar) akan melakukan pemantauan pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terhadap debitur terdampak covid-19. Termasuk, salah satunya mengenal kebijakan pemberian subsidi bunga bagi debitur Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Di Kalbar, sedikitnya ada 3.190 debitur UMKM yang layak menerima relaksasi ini.

“Berdasarkan data yang dihimpun OJK, hingga 31 Juli 2020 terdapat 3.190 debitur UMKM di Kalimantan Barat yang telah diidentifikasi memenuhi persyaratan menerima subsidi bunga sesuai kriteria PMK 85/PMK.05/2020,” ungkap kepala OJK Kalbar, Moch Riezky F Purnomo, saat melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan LJK di Kalbar, Selasa (4/8).

Adapun total nilai baki debet kredit tersebut, lanjut dia, sebesar Rp449,56 Milyar. Dalam hal ini, OJK bersama LJK dan Kementerian Keuangan terus melakukan koordinasi agar implementasi program dapat berjalan dengan baik, cepat, dan tepat sasaran.

Pada program pemberian subsidi bunga bagi debitur Lembaga Jasa Keuangan (LJK), OJK Kalbar menurutnya juga telah melakukan identifikasi kendala dalam mengimplementasi program serta merumuskan solusi untuk mengakselerasi program.

“Sebagaimana kita ketahui beberapa waktu yang lalu Pemerintah telah menerbitkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam menangani dampak pandemi covid-19 yang di dalamnya termasuk penyediaan subsidi bunga bagi debitur lembaga jasa keuangan yang memenuhi kriteria,”

Kebijakan subsidi bunga ini, lanjut dia, telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No 23 tahun 2020 Tanggal 11 Mei 2020 yang tata pelaksanaannya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK), dan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara OJK dan Kementerian Keuangan. Dengan demikian, kata dia, restrukturisasi kredit memberikan insentif bagi debitur dan bank/BPR/PP, sementara subsidi bunga memberikan insentif bagi debitur.

Dia menjelaskan, sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 85/PMK.05/2020, bahwa subsidi bunga adalah bagian bunga yang menjadi beban Pemerintah sebesar selisih antara tingkat bunga yang diterima oleh penyalur kredit/pembiayaan dengan tingkat bunga yang dibebankan kepada debitur.

“Pengajuan subsidi bunga mencakup beban bunga debitur di Bank/BPR/PP konvensional dan margin di Bank/BPR/PP syariah. Besaran subsidi bunga yang diberikan bervariasi, dari 2 persem hingga 6 persen, tergantung akumulasi plafon kredit, dan diberikan untuk jangka waktu 6 bulan, dan telah dimulai sejak 1 Mei 2020,” tutup dia. (sti)

loading...