30 Agustus Jemaah Haji Tiba di Ketapang

RAPAT PENYAMBUTAN: Rapat penyambutan jemaah haji Ketapang yang dijadwalkan tiba di Ketapang pada 30 Agustus mendatang. Rapat tersebut dipimpin Plt Asisten II Setda Ketapang, Edy Junaidi, S.Sos. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

KETAPANG – Jemaah Haji Kabupaten Ketapang dijadwalkan akan tiba di Ketapang pada 30 Agustus. Sedangkan kuota tambahan 20 jemaah haji tiba 1 September. Hal tersebut terungkap dalam rapat penyambutan jemaah haji Ketapang, Kamis (22/8) lalu.

Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa kedatangan jemaah haji tersebut menggunakan empat kali penerbangan. Kedatangan para tamu Allah tersebut diagendakan bakal disambut Forkopimda Ketapang di Bandara Rahadi Oesman Ketapang.

Dalam rapat yang dihadiri Tim Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Kabupaten Ketapang tersebut dibuka oleh Pelaksanatugas (Plt) Kabag Kesra Setda Ketapang, Drs. Jalaludin, M.Pd.I. Dari Plt. Kabag Kesra selanjutnya diarahkan kepada Kasubbag Bina Hubungan Beragama, H. Munizar, S.Pd.I, untuk menerangkan agenda kedatangan jemaah haji. Dia menerangkan dari tanah suci tiba di Batam pada 28 Agustus, kemudian dari Batam ke Pontianak pada 29 Agustus, dan dari Pontianak ke Ketapang pada 30 Agustus.

Rapat yang dihadiri Plt. Asisten II Setda Ketapang, Edy Junadi, S.Sos; Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang; dan instansi terkait membahas kelancaran penjemputan, keamanan, dan teknis lainnya. Diterangkan Munizar, setelah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, maka dipastikan teknis kelancaran penjemputan di Bandara Rahadi Oesman, tidak ada kontak antara jemaah dan keluarga jemaah. Begitu juga, seluruh jemaah yang berangkat dari Ketapang, maka dipastikan dia kembali ke Ketapang. Dengan demikian, dipastikan dia, tidak ada jemaah yang kembali menggunakan jalur air melalui Dermaga Rasau Jaya di Kabupaten Kubu Raya maupun jalur darat melalui jalur Tayan, Kabupaten Sanggau. “Untuk kelancaran penjemputan, keluarga jemaah kita harapkan tidak menjemput di Bandara, tetapi di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang,” tegas Munizar.

Dalam penjemputan jemaah, dipastikan jemaah haji turun dari pesawat langsung di jemput dengan bus di apron Bandara Rahadi Oesman. Saat turun dari tangga dan menuju ke bus, maka Forkopimda Ketapang, menurut dia, menjemput dan menyalami jemaah. Salam dan ucapan kedatangan kepada jemaah, menurut dia, dapat juga disampaikan ketika dalam bus. Setelah itu, dari lapangan, digambarkan dia jika bus membawa jemaah keluar areal bandara dan langsung menuju Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang. “Dengan demikian, tidak ada jemaah yang keluar melalui pintu kedatangan maupun ruangan VIP Bandara Rahadi Oesman,” kata dia.

Dengan teknis penjemputan seperti itu, Edy Junaidi, plt Asisten II Setda Ketapang mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia penjemputan. Harapan dia, teknis penjemputan berjalan dengan lancar. Mempertegas teknis tersebut, Staf Ahli Bupati Ketapang tersebut juga meminta penjelasan dari pihak bandara. Setelah dipastikan teknisnya tak ada kendala, dan tahapan lainnya sudah dikoordinasikan dengan baik, dia juga meminta hal-hal kecil juga menjadi perhatian. Begitu juga dia berpesan, seandainya jika ada masalah besar, hendaknya dikecilkan, kemudian jika ada masalah kecil dihilangkan. Dengan demikian, ia yakin proses penjemputan dapat berjalan dengan lancar. “Apa yang kita lakukan tidak lain adalah memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada jemaah haji,” tegas Plt Asisten II.

Memberikan pelayanans sebaik mungkin dalam pelayanan haji dibenarkan oleh pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ketapang. Melalui Hamzah, kepala Seksi Haji memastikan jika jemaah yang tiba ke Ketapang pada 30 Agustus. Diterangkannya, selama ini sudah ada sekitar empat jemaah Kabupaten Ketapang yang tiba ke Ketapang dengan alasan sakit. Pemulangan, menurut dia, dititipkan pada kelompok terbang yang tiba ke tanah air terlebih dahulu. Begitu juga dalam pemberangkatan, dijelaskan dia, ada beberapa jemaah yang nanti akan turun di Pontianak, karena proses pemberangkatannya dari Pontianak.

Jemaah yang berangkat dari Ketapang, dipastikan dia kembali ke Ketapang dengan pesawat. Ditegaskan dia kembali bahwa tidak dibenarkan jemaah pulang dari Pontianak melalui jalur darat maupun jalur sungai. “Ini sudah menjadi komitmen kita memberikan pelayanan yang terbaik, untuk air zam-zam dan barang jemaah akan dibagikan di Kementerian Agama. Alhamdulillah air zam-zam sudah tiba dan tinggal didistribusikan saja,” tegasnya, ketika itu.

Para jemaah rencananya akan tiba di Ketapang menggunakan pesawat Wings Air pukul 07.00 WIB sebanyak 63 orang. Selanjutnya, dia menambahkan, jemaah juga akan menggunakan maskapai yang sama pada pukul 10.15 WIB sebanyak 55 orang, dan pukul 12.45 WIB sebanyak 62 orang. Kemudian menggunakan maskapai Nam Air tiba pukul 13.20 WIB sebanyak 56 orang. Sedangkan untuk kuota tambahan sebanyak 20 orang akan tiba di Ketapang pada pukul 10.15 WIB pada 1 September 2019 menggunakan Wings Air. (PK)

Read Previous

Kreasi Tenun Lunggi Sambas Dipamerkan

Read Next

Jadikan Donor Darah sebagai Gaya Hidup

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *