30 Menit Hujan Guyur Delapan Kabupaten/Kota

BERSELIMUT ASAP: Kondisi pusat Kota Pontianak pada kemarin siang. Kabut asap karhutla merata menutupi panorama di alur Sungai Kapuas serta pusat kota. MUJADI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Meskipun wilayah Kalimantan Barat didera panas dan kabut asap, namun peluang hujan masih tetap ada. Di beberapa daerah di Kalbar, bahkan hujan sedang mengguyur beberapa wilayah hingga sore hari, kemarin (10/9).

Sutikno, forecaster BMKG Supadio Pontianak menjelaskan bahwa kemarin sebagian wilayah Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, Ketapang (sekitar Balai Berkuak), Bengkayang, Sambas, dan Kabupaten Kapuas Hulu didera hujan. Menurutnya, beberapa wilayah yang sedang didera hujan dirasakan lebat. Namun diprakirakan dia hanya sesaat saja, tidak sampai 30 menit pada tiap wilayah yang dihujani. Sehingga jika di wilayah ada kebakaran hutan dan lahan, dipastikan dia, belum tentu bisa memadamkan kebakaran.

Secara umum dijelaskan dia bahwa curah hujan menunjukkan kondisi cuaca  cerah berawan, kecuali terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu hanya hujan Ringan. Hari tanpa hujan di wilayah Kalbar, menurut dia, termasuk dalam kriteria sangat pendek yakni 6 – 10 hari, kecuali Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sambas kriteria menengah yakni 11 sampai 20 hari.

Pagi hari, disebutkan dia bahwa jarak pandang mendatar (visibility) di Bandara Supadio Pontianak juga cukup pendek. Kemarin digambarkan dia bahwa jarak pandang terendah masing-masing sejauh 600, 500, 500, 700, 700 dan 500 meter. “Penyebabnya yakni kabut asap,” kata dia memastikan.

Di sisi lain, BMKG mengingatkan tetap mewaspadai peningkatan suhu udara dan rendahnya potensi hujan. Kondisi ini, diingatkan dia, dapat memicu kemudahan terjadinya kebakaran hutan atau lahan. Pun demikian kualitas udara dianalisis mereka berdasarkan pantauan alat kualitas udara Particulate Matter (PM10) di Stasiun Klimatologi Mempawah pada 9 September lalu, secara umum berada dalam kategori sedang. Konsentrasi PM10 tertinggi, diungkapkan dia sebesar 141.98 µg/m3 terjadi pada pukul 11.00 WIB, sehingga masuk kategori sedang.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah, cukup prihatin dengan bencana kabut asap masih berlanjut. Harusnya, menurut dia, persoalan ini menjadi keprihatinan bersama. “Sepertinya sikap tegas yang sudah disampaikan Gubernur

tak terlalu ditanggapi oknum korporasi perusahaan. Kami menilai perusahaan kerap beranggapan seperti tahun-tahun sebelumnya. Andai dibawa ke pengadilan hukum, belum ada perusahaan diberikan sanksi hukuman sangat berat,” ujarnya.

Sangat dimungkinkan dia oknum manajemen perusahaan, meskipun tidak semua, masih menempuh jalur membakar guna membersihkan lahan. Cara ini, diakui dia, terbilang murah dan instan. Makanya, diharapkan dia agar Gubernur terus berkoordinasi dengan pejabat hukum, pengadilan, dan kejaksaan, demi membuktikan guna memberikan efek jera kepada oknum korporasi perusahaan. “Tindakan tegas itu yakni administrasi  dicabut izin, siapapun bertanggung jawab sebagai pemegang izin. Apapun terjadi pada lahan konsensi diberikan, tidak boleh tidak tahu,” tukas dia. (den)

Solusi teknis dan tepat mengatasi asap sepanjang tahun seperti apa ? langkah teknis harus mencegah pengeringan lahan gambut dengan cara pem,bahasan atau dekanalisasi sehingga lahan gambut dalam kondisi basah.s elama ini gambut dikeringkan untuk penenaman budidaya misalnya sawit diekringkan lebihda ri 40 cm. yang diziinkan 40 cam. Kalau lebih dari 40 cm dan terkena penyebab kebakaran bakalan terjadi kebakaran.

Peybebab invesatsi sawait masuk. Dulu susah melihgat kebakartan hutand an lahan ? Saya rasa indikasi kuat sekali. Disebabkan industry sawit dan hutan tanaman industry. Lahan konsensi diberikan tidak diperlukan pem,bukaan lahand emngan cara tebang habis. Dilakukan tebang pilih. Tebang tapi tak merusakan hutan. Hutan dapat tum,buh kembali.

Land clearing industry sawit dan HTG benar-benar meruksan vergetasi alam di kalabr.

 

 

 

 

 

Read Previous

Tahun Depan Kepegawaian Diatur Badan

Read Next

Jika Memang Harus Libur, Silakan Diliburkan

Tinggalkan Balasan

Most Popular