32 Tenaga Medis RS Kharitas Dirumahkan

Suasana lengang RS Kharitas Bhakti Jalan Siam beberapa waktu lalu. foto Shando Safela

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak telah melakukan penelusuran terhadap sejumlah orang yang melakukan kontak dengan pasien positif corona di Pontianak. Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui pasien berjenis kelamin laki-laki itu, berkontak dengan anggota keluarganya, serta puluhan tenaga medis.

“Keluarga pasien yang terdiri dari seorang istri, satu orang anak, serta saru orang keluarga dekat yang tinggal di satu rumah telah diambil specimen nasofaring untuk kemudian dikirim ke laboratorium di Balitbangkes di Jakarta,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harrison, kemarin.

Selain keluarga, pasien juga sempat berkontak langsung dengan 32 tenaga kerja di RS Kharitas Bhakti Pontianak. Pasien sebelumnya memang sempat dirawat di rumah sakit tersebut pada 4 Maret 2020, lantaran mengeluhkan batuk, demam, dan sedikit mengalami sesak. Karena itulah, kata dia, seluruh tenaga kerja yang pernah merawat pasien tersebut dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Sebanyak 32 orang tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang tersebut telah kita minta untuk mengisolasi diri di rumah sambil menunggu hasil laboratorium,” kata dia.

Pasien tersebut kini telah dipindahkan ke ruang isolasi di RS Sudarso Pontianak. RS Kharitas Bhakti kini telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus bernama Covid-19 tersebut, pasca ditemukannya pasien positif yang sebelumnya sempat dirawat di sana.

Direktur Rumah Sakit Kharitas Bhakti drg. Krisna Karhianto mengatakan, pihaknya telah melakukan desinfektasi dan sterilisasi ruangan tempat pasien tersebut dirawat. Selain itu, pihaknya juga sudah merumahkan karyawan, khususnya dokter dan perawat yang mengalami kontak langsung dengan pasien tersebut.

“Sejak pasien itu dirujuk ke rumah sakit lain, kami, dari pihak rumah sakit Kharitas Bhakti telah melakukan desinfektasi ruangan tempat pasien itu dirawat. Jadi seluruh ruang dan lantai, khususnya lantai lima, sudah kami isolasi dan sterilisasi,” katanya kepada Pontianak Post, Minggu (15/3) malam.

Krisna menambahkan, pihaknya akan menghentikan operasional rumah sakit sementara waktu, untuk mempercepat proses sterilisasi total rumah sakit tersebut, sekaligus memutus rantai penyebaran virus corona lebih luas lagi. (sti)

error: Content is protected !!