3500 Individu Orangutan Terancam Kehilangan Habitat Akibat Karhutla

orang utan

SEMAKIN TERDESAK: Seekor orang utan yang diserahkan warga beberapa waktu lalu di Pontianak. HARYADI/PONTIANAKPOST.CO.ID

Tujuh Diantaranya Tercatat Berpotensi Konflik Dengan Manusia

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih menjadi momok bagi masyarakat Kalbar, khususnya di Kabupaten Ketapang yang sampai saat ini tercatat sebagai daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi di dibanding daerah lainnya di Kalbar. Dari data yang didapat dari aplikasi LAPAN dan Si Pongi, bisa dilihat rata-rata 486 hotspot baru muncul ditiap harinya di Provinsi Kalbar, yang sebagian besar berada di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Tentu saja kejadian tersebut menimbulkan banyak kerugian. Tak hanya bagi kehidupan manusia, namun juga bagi satwa liar maupun dilindungi seperti Orangutan yang turut kehilangan habitatnya akibat dari kebakaran hutan dan lahan.

Sigit Adriyanto, Ketapang

Ditektur Pencegahan dan Pengamanan Hutan sekaligus Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum KLHK, Sustyo Iriyono menjelaskan Berdasarkan data hotspot dan ground check yang relah dilakukan pihaknya dilapangan, sebagian besar titik hotspot berada di lanskap Kabupaten Ketapang, sebagian besar hotspot terpantau tersebar disekitaran Sungai Putri hingga Gunung Paling. Dimana pada lanskap ini terdapat populasi orangutan yang jumlahnya tergolong besar.

“Dari survey terakhir, Ada sekitar 3500 individu orangutan yang terdapat dikawasan tersebut (lanskap sungai putri hingga gunung paling). Dengan jumlah populasi (orangutan) yang besar diikuti fenomena karhutla yang marak terjadi, membuat ekosistem orangutan menjadi terancam bahkan rentan terlibat konflik dengan masyarakat. Maksudnya adalah ketika habitat orangutan rusak mereka akan mencari tempat baru, dan tak menutup kemungkinan bisa merusak perkebunan milik warga,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk menanggulangi kecemasan tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktorat KSDAE dan Iayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI). Hal tersebut dikatakannya untuk memperhitungkan terkait hal-hal apa saja yang mungkin terjadi akibat karhutla, baik dari sisi kehidupan manusia maupun satwa hutan. Selain itu, Ia juga mengatakan sejauh ini tim gabungan telah mengambil beberapa langkah antisipasi terhadap hal tersebut.

“Ini penting karena sampai saat ini, tim sudah mendapat beberapa laporan terkait dapak karhutla terhadap habitat orangutan ini. Dari data, terdapat setidaknya tujuh individu orangutan di wilayah Ketapang, yang terancam terlibat konflik dengan masyarakat. Dengan rincian dua individu di Jalan Tanjungpura, tiga individu di Desa Kuala Satong, dan dua individu di Dusun Semanai,” ungkapnya.

Ia pun menuturkan, untuk mengatadi masalah ini, dalam waktu dekat Balai Taman Nasional Gunung Paling (Tanagupa) bersama Bala KSDA Kalbar dan Yayasan IAR Indonesia akan melakukan pertolongan terhadap dua individu orangutan di jalan Tanjungpura untuk di translokasikan ke kawasan Tanagupa. Sementara untuk orangutan yang berpotensi konflik, kata dia, masih akan dilakukan monitor terkait keberadaannya dam akan dilakukan upaya translokasi apabila memang diperlukan dan sangat mendesak.

Sementara itu, Kepala Balai Tanagupa, Ari Wibawanto mengatakan pihaknya bersama BKSDA Kalbar dan Yayadan IAR Indonesia sangat serius menyikapi fenomena kebakaran hutan yang semakin marak, khususnya di Ketapang ini. Ia mengatakan tim sudah menyiapkan beberapa langkah antisipasi jika kebakaran semakin parah dan berpotensi mengancam habitat orangutan kedepannya. Dlain itu, tambahnya, koordinasi akan terus berlangsung untuk menghindarkan orangutan dari ancaman karhutla yang sudah tergolong parah saat ini.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan adanya informasi terkait konflik orangutan akibat karhutla agar segera melapor. Atau bisa menghubungi call center Balai Tanagupa di nomor 082253034343 atau call center BKSDA Kalbar di nomor 08117576767 ataupun call center yayasan IAR Indonesia di nomor 08115777173,” pungkasnya. (*)

Read Previous

Mahasiswa IAIN Magang jadi Wartawan

Read Next

Serah Terima Jabatan Pangdam XII Tanjungpura

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular