450 Prajurit Berangkat ke Perbatasan

SEMANGAT: Sebanyak 450 prajurit dari satuan tugas Batalyon 407/Padma Kusuma memekikkan semangat sebelum berangkat ke wilayah perbatasan bagian timur, Sabtu (12/9) di Makodam XII/Tanjungpura. SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

SUNGAI RAYA – Sebanyak 450 prajurit TNI-AD dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon 407/Padma Kusuma Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah dilepas keberangkatannya ke wilayah perbatasan bagian timur, guna melaksanakan tugas pengamanan perbatasan negara Indonesia-Malaysia. Keberangkatan mereka dilaksanakan di Makodam XII/Tanjungpura, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, usai melakukan gramitasi di bawah arahan Pangdam Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Sabtu (12/9) pukul 09.00 WIB.

“Rencananya 450 prajurit Satgas dari Batalyon 407/Padma Kusuma akan menduduki wilayah sektor timur perbatasan RI-Malaysia. Mereka datang ke wilayah Kodam XII/Tanjungpura untuk melakukan gramitasi, yang kemudian melakukan pergeseran pasukan,” ujar Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, usai resmi melepas pasukan Satgas.

Pangdam menjelaskan bahwa tugas utama yang harus dilakukan adalah untuk menjaga 2.400 lebih patok wilayah perbatasan dengan luasan wilayah sekitar kurang lebih 250 kilometer persegi. Selain itu, sambung Pangdam, tugas lainnya yang dapat dilakukan prajurit Satgas adalah untuk mencegah sekaligus memberantas berbagai kegiatan berbau kejahatan, yang mungkin dapat terjadi di wilayah perbatasan.

“Seperti misanya ilegal loging, human trafficking, penyelundupan hewan lindung, hingga penyelendupan barang terlarang lainnya yang hendak dimasukkan ke Indonesia lewat perbatasan, termasuk di antaranya narkotika,” paparnya.

Di sisi lain, ia juga meminta kepada prajurit yang berangkat untuk selalu bersungguh-sungguh dan berhati-hati selama bertugas, termasuk saat melakukan patroli di wilayah perbatasan. Hal ini, menurut dia, penting untuk diperhatikan, agar saat melakukan patroli, prajurit Satgas jangan malah sampai memasuki wilayah negara Malaysia.

“Karena apabila hal itu terjadi, dapat berpotensi menimbulkan masalah lain ke depannya. Maka dari itu, ini penting untuk dan perlu diperhatikan sebagai upaya pencegahan bagi prajurit saat melaksanakan tugas agar ketika melakukan tugas tak sampai masuk apalagi mengganggu wilayah Malaysia,” pesannya.

Nur Rahmad yakin prajurit yang dikirim oleh Batalyon 407/Padma Kusuma tersebut sudah dibekali dan terlatih dengan sangat baik sebelum diberangkatkan. Maka dari itu, ia berpesan kepada prajurit yang bertugas untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya demi menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Jangan lupa di perbatasan untuk menjaga hubungan dengan masyarakat. Selain itu, hak ini juga penting diperhatikan guna melakukan pembinaan wilayah teritorial RI kepada masyarakat di wilayah perbatasan,” pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!