58 Dus Bir Sitaan Tahun 2017 Harus Dimusnahkan

BAKAL DIMUSNAHKAN: 58 dus bir akan dimusnahkan Satpol PP Kayong Utara. ISTIMEWA

SUKADANA – Warga berharap Satuan Kepolisian Pamong Praja (Satpol PP) dapat memusnahkan sitaan bir tahun 2017 lalu. Sebab hal ini menjadi pembicaraan masyarakat.

“Semoga bir hasil sitaan tahun 2017 tahun lalu dapat dimusnahkan,  karena sudah cukup lama tidak ada titik terangnya,” terang Budi, Senin (3/5).

Sementara, Pelaksanatugas (Plt) Kepala Satpol Pol PP Kabupaten Kayong Utara Mas Yuliandi memastikan, untuk 58 dus minuman beralkohol jenis bir (minol) hasil sitaan toko di Kecamatan Simpang Hilir pada 2017 lalu masih tersimpan di dalam gudang. Dalam hal ini, lanjut dia, pihaknya berkomitmen akan memusnahkan hasil sitaan tersebut. Sebanyak 58 dus minol tersebut informasinya merupakan sitaan masa jabatan mantan Kepala Satpol PP, Badaruzaman pada 2017 lalu.

Yuliandi menyebutkan, mengenai hasil sitaan pejabat lama tersebut, pihaknya akan mempersiapkan berkas yang ada. Mereka akan berkoordinasi bersama pihak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Ketapang, mengenai rencana pemusnahan bir tersebut.

“Lagi menelusuri Berita Acara Pemeriksaan (BAP)nya bagaimana, mulai dari surat tugas itu kita benahi, lengkapi, dan sebagainya kita dapat melakukan tindak lanjut,” sebutnya.

Dikatakan dia, untuk saat ini bir yang ada sudah kedaluwarsa. Untuk itu, dalam pemusnahanya, ditegaskan dia, harus dilengkapi segala bentuk administrasi yang ada.

“Karena barang ini sudah kedaluwarsa. Kemungkinan juga akan dimunahkan. Nah, untuk memusnahkan ada administrasi yang harus dilengkapi. Setelah lengkap semua kita akan melakukan pemusnahan,” sambungnya.

Terkait hal ini, dirinya sangat menyesalkan kepada pejabat lama yang telah menyita puluhan dus bir tersebut dan  tidak ditindaklanjuti. “Saya juga menyesalkan, kenapa barang ini sudah sekian tahun tidak diproses? sehingga menjadi PR bagi saya. Seharusnya ini sudah selesai.  Kalau Pak Kasat Pol PP yang lama beralasan pemiliknya susah ditemui, sehingga tidak dimunahkan, itu bukan menjadi suatu alasan,” sesalnya. “Ini juga menjadi pertanyaan saya, kenapa ini tidak ditindaklanjuti oleh pejabat lama? Kenapa persolaan ini dibiarkan menggantung. Seharusnya sudah selesai,” katanya.

Ia berjanji, permasalahan ini akan diselesaikan sesuai dengan prosedur yang ada. “Persoalan ini akan berusaha sesuai proses yang berlaku,” timpalnya.

Sementara, sebelumnya mantan Kepala Satpol PP, Badaruzaman mengakui, sejak 2017 pihaknya  mengamankan 58 dus minuman beralkohol jenis bir di salah satu toko  Kecamatan Simpang Hilir. Namun diakui dia juga bahwa hingga saat ini belum dimusnahkan.

“Masih ade rencana mau dimusnahkan, tapi pemiliknya susah ditemui,” katanya kemarin, Selasa (13/4) kepada Pontianak Post saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. (dan)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!