62 Titik Api Tersebar di Kayong Utara

kabut asap

DISELIMUTI KABUT: Kondisi kabut asap ketika menyelimuti Istana Rakyat atau Pendopo Bupati Kayong Utara di saat pagi hari, kemarin (11/9). Kabut asap menyelimuti hampir seluruh kawasan di Kota Sukadana. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Bupati Akui Kesulitan Sumber Air

SUKADANA – Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara Muhammad Oma mengatakan, hingga kemarin (11/9) jumlah titik api yang terpantau di Kayong Utara sebanyak 62 titik. Satu di antaranya, sebut dia, terdapat di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana.

“Berdasarkan laporan yang ada, kami menerima sebanyak 62 titik api untuk di Kabupaten Kayong Utara. Salah satunya di Desa Sedahan Jaya, di area permukiman transmigrasi,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Rabu (11/9).

Ia mengakui, setiap melakukan proses pemadaman bersama Tim Satgas Karhutla, mereka mengalami kesulitan menemukan sumber air. Seluruh parit-parit yang ada di lokasi, diakui dia dalam kondisi kering.

“Karena di lokasi sulit menemukan sumber air, jadi kami menggunakan air yang diperoleh dari mobil tangki BPBD. Jadi dalam pemadaman hanya terdapat satu sumber air, dari mobil tangki itu,” ungkapnya.

Sebelumnya Bupati Kayong Utara Citra Duani menyampaikan bahwa Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah pihak terkait lainnya, bahwa mereka telah bersama-sama melakukan penanggulangan. Namun, dia menyayangkan, ketika proses pemadaman dilakukan, para petugas di lapangan selalu kesulitan untuk menemukan sumber air.

“Kita lebih memfokuskan kepada kebakaran hutan dan lahan, dan ini menjadi instruksi Presiden langsung. Makanya, Pemerintah Kayong Utara berkerja sama dengan Polres, LO Dandim, Manggala Agni, BPBD, dan semua tim yang terlibat harus benar-benar mengevaluasi kinerja, yang sebenrnya telah kita lakukan secara maksimal,” terang Bupati ditemui usai Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah Janji Pejabat Administrator Pengawas dan Pejabat Fungsional Tertentu di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, di Sukadana, Selasa (11/9).

Ia menekankan, ada hal yang harus dievaluasi. Satu di antaranya, sambung Bupati, bagaimana strategi ketika memadamkan api dengan kondisi air yang begitu terbatas. Demi menghadapi ini, menurut dia, tentunya harus ada langkah-langkah konkret lebih lanjut. “Memang harus ada langkah-langkah konkret dalam mengatasi karhutla. Supaya dalam waktu tidak terlalu lama, masalah kebakaran hutan dan lahan dapat kita atasi bersama. Walau dengan sulitnya menemukan sumber air,” urainya. (dan)

Read Previous

Kota Tak Miliki Alat Pemantau Kualitas Udara

Read Next

Program Kreasi Pemuda Pontianak Digelar Besok

Tinggalkan Balasan

Most Popular