851 KK Warga Ketapang Terdampak Banjir

KETAPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang telah melakukan pendataan terhadap korban banjir di Kecamatan Jelai Hulu dan Manis Mata. Berdasarkan data BPBD Ketapang, sebanyak 851 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir di dua kecamatan tersebut.

Tim Rekasi Cepat (TRC)  BPBD Ketapang mengatakan, hingga Rabu (24/6) sore debit air masih meningkat. Meski demikian hingga kini tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut. “Kecamatan Jelai Hulu ada 13 desa yang terdampak banjir, jumlahnya ada 469 KK. Sementara di Kecamatan Manis Mata ada 382 KK dari sembilan desa yang terdampak banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Ketapang Yunifar Purwantoro, kemarin (25/6) sore.

Sejauh ini, lanjut Yunifar, Pemerintah Daerah Ketapang telah mendistribusikan bantuan berupa beras sebanyak 940 kilogram dan mie instan sebanyak 47 dus kepada beberapa desa. Sebagian desa sulit diakses lantaran jalur transportasi darat terputus karena genangan banjir. “Tim kami biasa menempuh Jelai Hulu 4 jam 30 menit, namun saat kondisi banjir seperti ini, berangkatnya subuh nyampainya sekitar pukul 05.00 sore,” jelasnya.

Selain akses jalan putus, TRC BPBD Ketapang juga dihambat dengan terbatasnya akses telekomunikasi. Hal itu berdampak pada lambannya infomasi yang masuk. Akibat banjir, seluruh aktivitas warga lumpuh total. Pemerintah Daerah Ketapang akan terus melakukan upaya maksimal guna memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. “Kami akan langsung mendistribusikan bantuan untuk warga di Jelai Hulu dan Kecamatan Manis Mata,” ambahnya.

Guna memudahkan pendistribusan bantuan, baik obat-obatan maupun logistik, BPBD Ketapang meminta agar setiap desa mendirikan posko masing-masing di daerah yang dianggap paling strategis. Tujuannya agar pendistribusan bantuan lebih cepat menyentuh, karena saat ini sudah ada juga masyarakat yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Selain bantuan dari Pemda Ketapanh, BPBD Ketapang juga membuka posko bantuan jika ada pihak swasta yang ingin mambantu masyarakat yang kini masih berjuang melawan banjir. “Kami juga membuka ruang kepada saudara-saudara kami yang ingin berbagi kasih dengan saudara kami yang ada di Jelai Hulu dan Manis Mata. Kami membuka sebesar-besarnya pintu bantuan. Kami juga sudah ada menerima bantuan sembako dari pihak swasta. Itu akan kami distribusikan dan kami catat,” pungkasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Kelas III Rahadi Oesman Ketapang memperediksi hujan dengan intensitas ringan hingga hingga tinggi masih akan mengguyur beberapa wilayah di Ketapang dalam dua hari terakhir.

Prakirawan BMKG Kelas III Rahadi Oesman Ketapang, Wenny Juliyanti, mengatakan pada 25 hingga 26 Juni 2020 akan terjadi hujan di wilayah Ketapang pada sore dan malam hari. “Kami imbau kepada masyarakat Ketapang di wilayah pesisir mulai dari Kecamatan Kendawangan, Delta Pawan, Matan Hilir Selatan dan Matan Hilir Utara karena adanya potensi pasang maksimun air laut,” katanya, kemarin (25/6)

Banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Jelai Hulu dan Manis Mata tak hanya disebabkan olah curah hujan tinggi, namun juga diperparah akibat pasang maksimum air laut. “Kami juga mengimbau pada mayarakat di Kecamatan Jelai Hulu dan Manis Mata untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya banjir rob yang diakibatkan pasang maksimum air laut,” imbaunya. (afi)

 

loading...