90 Komunitas Ikuti Upacara Bendera di Sungai Kapuas

UPACARA BENDERA : Suasana upacara pengibaran bendera merah putih di atas ponton di tengah Sungai Kapuas dalam rangka Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus,  Sabtu (17/8). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Bangkitkan Semangat Cinta NKRI

PONTIANAK – Peringatan ke-74 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tak hanya dimeriahkan dengan aneka lomba tradisional dan pernak-pernik yang terpasang di beberapa sudut kota. Kemeriahan juga terasa di kawasan Waterfront Sungai Kapuas, Sabtu (17/8).

Sebanyak 90 komunitas di Kota Pontianak mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih di atas ponton di tengah sungai.  Kegiatan ini juga disaksikan masyarakat Kota Pontianak.

Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan warga sekitar, penampang sampan, relawan dan 90 komunitas memenuhi kawasan waterfront. Kabut asap yang masih menyelimuti tidak membuat semangat mereka runtuh untuk berpartisipasi dalam acara bersejarah itu.

Ketua Kegiatan Kibarkan Merah Putih di Atas Sungai Kapuas, Asrul Putra Nanda mengatakan ada beberapa kegiatan yang dilangsungkan di kawasan icon Pontianak ini, antara lain upacara di tengah Sungai Kapuas kapal tongkang dan waterfront.

Ada pula pengibaran merah putih di atas Jembatan Kapuas 1, dan pembacaan puisi merah putih oleh Pradono. Selain itu, dilaksanakan juga serah terima izin operasional 11 Kapal Wisata Sungai Kapuas, serah terima paket merdeka untuk penambang sampan, Bejepin di waterfront, pentas seni dan budaya, kegiatan mewarnai dan fashion show untuk Anak Tepian Kapuas. Serangkaian kegiatan ini telah dipersiapkan sejak sebulan lalu.

“Kawasan ini dipilih sebagai tempat pelaksanaan karena kita tidak sekadar ingin memperingati Kemerdekaan Indonesia, tetapi juga ingin mengenalkan icon Kota Pontianak,” katanya.

Asrul menuturkan acara ini dilangsungkan berkolaborasi dengan berbagai instansi dan pihak terkait. Untuk pengibaran bendera di Jembatan Kapuas, panitia dan tim juga bekerja sama dengan 15 orang. Bendera yang dikibarkan berukuran delapan kali 25 meter. “Pengibaran bendera serentak dengan upacara yang dilakukan di atas ponton,” tutur Asrul.

Kegiatan bejepin di waterfront diikuti seluruh peserta yang hadir. Masyarakat tampak menari dengan antusias. Beberapa di antaranya bahkan menggunakan busana berwarna merah putih.

Fajriati Lestari, salah satu perwakilan dari komunitas mengaku bangga bisa turut hadir dalam kegiatan ini. Perempuan yang akrab disapa Tari ini berpendapat kegiatan ini tak hanya sebagai bentuk rasa cinta tanah air tetapi juga untuk mempererat silaturahmi.

“Tidak menyangka jika masyarakat begitu antusias. Ada sebanyak ini yang datang,” katanya. Begitu pula, Lia. Perempuan berkaca mata ini tidak hanya memandang kegiatan dengan penuh khidmat, tetapi turut mengabadikan momen-momen indah selama kegiatan berlangsung. Lia ingin menjadikan kegiatan perayaan Kemerdekaan Indonesia ini sebagai kenang-kenangan yang belum tentu terulang kembali di tahun mendatang.

“Pengibaran bendera di atas ponton Sungai Kapuas ini tak biasa. Begitu ramai masyarakat yang hadir. Tentu ini menjadikannya begitu khas. Semangat cinta NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) begitu terasa. Apalagi saat pengibaran bendera,” ungkap Tini salah satu warga lain yang menyaksikan di tepian Sungai Kapuas.

Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat membangkitkan kembali gairah masyarakat untuk semakin mencintai tanah air. Warga lainnya, Agita juga mengaku bangga bisa menjadi bagian sejarah melihat upacara bendera merah putih di tengah Sungai Kapuas. “Saya juga ikut nyanyi Indonesia Raya. Suasana begitu khidmat,” terangnya.

Di tempat sama, koordinator pelaksanaan upacara, Juliansyah mengatakan bahwa pelaksanaan seperti ini baru kali pertama dilakukan di Sungai Kapuas. “Menjadi sejarah Pontianak di mana bendera merah putih kami kibarkan dengan upacara yang dilakukan di atas ponton kapal wisata di tengah sungai,” katanya.

Selain pelaksanaan upacara, lanjut dia, ada empat drone membawa bendera merah putih dengan ukuran 120 cm x 80 cm. (ghe/iza)

Read Previous

Mencari Solusi Krisis Pengungsi Rohingya

Read Next

2.759 Napi Dapat Remisi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *