920 Ribu KG Lebih Jatah Beras untuk Warga Sambas

SAMBAS – Kabupaten Sambas mendapatkan kuota beras sebanyak 920.250 Kilogram dari program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI dalam rangka penanganan wabah covid-19.

Penjabat Sementara Bupati Sambas, Dr Syarif Kamaruzaman MSi mengatakan bantuan ini untuk mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat PKH melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan beras selama pandemi covid-19.  “Program Bantuan Sosial Beras (BSB) sebagai salah satu program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI dalam rangka penanganan wabah covid-19,” kata Kamaruzaman.

Kamaruzaman meminta penyaluran bantuan berjalan lancar. Pendampingan dan monitoring dilaksanakan Pendamping Sosial PKH yang ditugaskan Dinas Sosial PMD Kabupaten Sambas.

“Pastikan Keluarga Penerima Manfaat PKH menerima bantuan beras sesuai ketentuan, baik jumlah maupun kualitasnya. Apabila jumlah beras yang diterima tidak sesuai dan kualitasnya buruk atau tidak layak makan, silakan disampaikan kepada Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan,” kata Kamaruzaman saat kunjungan kerja ke Desa Tengguli Kecamatan Sajad, Rabu (21/10) dalam rangka penyaluran BSB.

Dikesempata itu, Pjs Bupati mengajak warga penerima manfaat bersyukur dan memanfaatkan bantuan beras dari pemerintah ini dengan sebaik-baiknya. “Gunakan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan nutrisi di masa pandemi. Jangan sampai disalahgunakan ataupun diperjualbelikan,” katanya.

Sekretaris Dinas Sosial PMD Kabupaten Sambas, Edi mengatakan sasaran Bantuan Sosial Beras adalah 10 juta Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) di seluruh Indonesia yang tercatat pada Juli 2020. Jumlah bantuan sebanyak 15 kilogram per KPM per bulan, selama tiga bulan untuk alokasi Agustus, September dan Oktober 2020, dengan beras kualitas medium.

“Di Kabupaten Sambas penerimanya berjumlah 20.450 KPM PKH, dengan total bantuan beras 920.250 kilogram atau sebanyak 61.350 karung. Khusus Kecamatan Sajad berjumlah 580 KPM, 1.740 karung beras dengan kuantum sebanyak 26.100 kilogram, sedangkan untuk Desa Tengguli sebanyak 151 KPM, 453 karung dengan kuantum 6.795 kilogram,” kata Edi.

KPM PKH menjadi sasaran Bansos Beras dengan pertimbangan dalam keluarga peserta PKH terdapat anak-anak, lanjut usia dan penyandang disabilitas yang perlu mendapatkan perlindungan dan pemenuhan nutrisi. Selain itu kata dia, peserta PKH bukan merupakan sasaran program Bantuan Sosial Khusus Sembako di beberapa wilayah khusus dan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang merupakan program jaring pengaman sosial COVID-19 yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh Kementerian Sosial.(fah)

error: Content is protected !!