ABDSI Kalbar Dorong Penyaluran KUR yang Berkualitas

kopi lada hitam
PAMERKAN : Kopi lada hitam, produk UMKM kopi Mami Ayu, yang dipamerkan sang pemilik usaha, Wahyu Widayati. Kopi lada hitam ini diklaimnya hanya diproduksi di Kalbar. SITI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Ketua Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Kalimantan Barat, Muhammad Fahmi menyatakan, realisasi penyaluran KUR di tahun 2019 sudah cukup baik, meski ada sejumlah hal yang harus terus dibenahi. Terutama, berkaitan dengan literasi pelaku usaha terkait KUR.

“Sebetulnya sudah sangat baik, sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah. Ke depan kualitas dari program ini ditingkatkan lagi,” ungkap Fahmi.

Data dari Kakanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Kalbar, menyebutkan bahwa penyaluran KUR Tahun 2019 di Kalbar mencapai Rp1,7 Triliun dengan jumlah debitur sebanyak 41.778. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan realisasi di tahun 2017 dan 2018 yang masing-masing mencatatkan angka penyaluran sebesar Rp1,1 triliun dengan 34.704 nasabah, dan Rp1,6 triliun dengan 41.511 nasabah.

Sosialiasi KUR menurut Fahmi harus terus dilakukan dengan berbagai cara, dan melibatkan banyak pihak, mulai dari lembaga penyalur, pemerintah, hingga kalangan akademisi. Tidak kalah penting pula, kata dia, adalah adanya pendampingan bagi UMKM yang mengakses KUR, supaya penggunannya lebih berkualitas.

Dia memandang penyaluran KUR tahun ini akan lebih optimal seiring dengan turunnya suku bunga sekaligus meningkatnya plafon pinjaman bagi pelaku UMKM. Dia berharap pelaku usaha akan lebih terpicu mengangkat derajat usahanya dengan menyuntikkan modal yang bersumber dari KUR.Dengan penurunan suku bunga ini, semestinya bisa memicu masyarakat untuk lebih tertarik. Apalagi pemerintah tengah menggalakkan konsumsi dalam negeri,” pungkas dia. (sti)

loading...