Ada 52 Titik Jalan Tikus, BNN: Jalur Tikus, Surganya Pengedar Narkoba

WAWANCARA. Kepala BNN Provinsi Kalbar saat diwawancarai Pontianak Post di Sanggau mengenai kondisi pemanfaatan jalur tikus diwilayah perbatasan sebagai akses peredaran gelap narkotika. FOTO: SUGENG/PONTIANAK POST

SANGGAU – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Barat, secara khusus di Kalbar, menyebut jalur tikus diwilayah perbatasan Kalbar, termasuk di Kabupaten Sanggau, menjadi surga bagi para pelaku kejahatan narkoba. Demikian disampaikan Kepala BNN Provinsi Kalbar, Brigjen Pol. Suyatmo, Selasa (13/10) di Sanggau.

Menurutnya, untuk Kalbar, semua (wilayah yang memiliki perbatasan dengan negara tetangga) menjadi daerah pantauan untuk peredaran gelap narkoba. Secara geografis, diperbatasan Kalbar dengan negara tetangga ada sedikitnya 52 jalur tikus.

“Jalur–jalur tikus memang menjadi salah satu kendala kita, secara geografis, di Kalimantan Barat itu ada sedikitnya 52 jalur tikus dan itu kadang juga luput dari pantauan petugas karena keterbatasan personil. Itu (jalur tikus) menjadi surga bagi pelaku–pelaku peredaran gelap narkoba,” ungkapnya.

Selain menghadapi kekuatan personil yang belum maksimal, Suyatmo juga mengatakan terdapat juga kendala peralatan. Itu sebabnya dibutuhkan sinergisitas lintas instansi dan sektoral, termasuk rekan–rekan dari TNI dan Polri. Termasuk juga masyarakat.

“Kami memang punya masalah personil dan peralatan. Nah, untuk masalah pencegahan, sesuai dengan Undang–undang Nomor 35 Tahun 2009, masyarakat juga diberikan hak untuk berpartisipasi aktif dalam hal pencegahan peredaran gelap narkoba,” jelas dia.

Ditanya mengenai Sanggau selalu menjadi sorotan (perlintasan dan peredaran, dia menjelaskan bahwa dari sisi lapangan, semua jalur itu menjadi daerah pantauan bagi BNN dan tidak hanya di Sanggau. “Titik–titik yang diperkirakan untuk masuknya barang haram itu tetap menjadi pantauan kami,” tegas dia.

Adanya kemungkinan jalur Entikong–Pontianak sangat dekat sebagai akses perlintasan dan tidak high cost economy, Suyatmo tidak membantahnya. “Bisa dimungkinkan. Banyak hal–hal yang memungkinkan sebagai jalur masuk barang haram tersebut,” ujarnya. (sgg)

error: Content is protected !!