Ada Dua Tersangka Karhutla

TANGKAP: Pelaku diamankan Polres Landak lantaran aktivitas berladangnya sampai menimbulkan korban, Senin (19/8). MIFTAH/PONTIANAKPOST

Sampai Timbulkan Korban

NGABANG – Jajaran Polres Landak telah mengamankan dua tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Landak, Iptu Idris Bakara menyebut, penetapan tersangka tersebut tak semata karena warga membuka lahan dengan membakar, tapi karena sudah menimbulkan korban.

Dalam dua kasus ini, kata Kasat, penetapan terhadap kedua tersangka pembakar lahan ini tidak serta merta dilakukan langsung oleh pihaknya. Akan tetapi berdasarkan laporan pihak yang telah dirugikan.

Penetapan dua orang tersangka pembakaran hutan dan lahan ini tersebar dari dua Polsek dijajaran Polres Landak yakni Polsek Kecamatan Air Besar dengan satu tersangka berinisial NS yang merupakan warga Dusun Tauk, Desa Engkangin, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak. Dan di Polsek Mandor dengan satu tersangka dengan inisial SH yang merupakan warga Dusun Mandor, Desa Mandor, Kecamatan Mandor Kabupaten Landak.

Untuk pelaku NS, Kasat menjelaskan penangkapan terhadap tersangka ini dilakukan karena aktivitas membuka lahannya dengan cara membakar tersebut telah mengakibatkan dua orang warga desa setempat harus mengalami luka bakar.

“Dua bersaudara melintasi lahan yang dibakar tersangka yang letaknya tepat berada di pinggir jalan utama yang merupakan akses jalan utama warga dalam beraktivitas,” jelasnya, Senin (19/8) lalu.

Sementara untuk kasus kedua dengan tersangka SH, Idris menjelaskan, menyebarnya api akibat dari sisa api pembakaran yang digunakan pelaku saat memasak di pondok miliknya. Nahas bagi SH, api kembali menyala meski sebelumnya telah dipadamkan. Panasnya matahari membuat api kembali membesar dan membakar pondok yang letaknya bersebelahan dengan lahan perkebunan milik PT Gunung Rinduan Sejahtera (GPS).

“Sudah kita tindaklanjuti, segera kita akan proses sesuai prosedur, lahan yang terbakar disana kurang lebih 7 hektar,” ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk kebakaran di lahan milik PT Ichtiar Gusti Pudi (IGP), pihaknya masih melanjutkan penyelidikan. “Masih terus kami usut,” katanya. Akan tetapi, kata Idris, Polres hanya berwenang untuk mengumpulkan data di lapangan.

“Karena ini kasusnya korporasi, akan ditindak langsung oleh Polda. Ketika ditemukan kesalahan maka akan dilimpahkan ke Polda,” tambahnya.

Sementara itu, terkait penetapan tersangka ini, Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio pun mengimbau agar masyarakat untuk dapat besama-sama menjaga wilayahnya masing-masing dari kebakaran hutan dan lahan. Hal ini ditegaskan Kapolres mengingat titik hospot yang terpantau diwilayah Kabupaten Landak masik cukup tinggi.

“Jangan sampai nanti ada pihak-pihak yang dirugikan dan sampai ada korban,” katanya.

Sebetulnya juga, kata dia terkait aturan di bawah 2 hektare boleh membakar yang dipahami masyarakat sebetulnya sudah dibatalkan sejak diumumkannya curah hujan berkurang oleh BMKG. Akan tetapi, pihaknya hanya memberikan teguran berupa surat peringatan, agar tak mengulang kembali.

“Kami menghimbau dengan sangat kepada masyarakat supaya lebih bias melihat situasi musim kering sekarang kita berharap lebih berupaya lagi supaya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, yang nantinya juga bisa bermasalah ketika seperti yang kita lihat sekarang dua laporan polisi yang kita periksa ada laporan pengaduan pihak-pihak pelapor, korban yang menjadi orang-orang yang satu terbakar, satu lagi Untan yang merasa wilayah nya menjadi wilayah yang efeknya dari perbuatan orang yang kita proses,” tutupnya. (mif)

Read Previous

Telkomsel Dukung 1.000 Startup Digital

Read Next

Polisi Tegur Truk Kelebihan Muatan