Ada Ortu Tolak Anak Divaksin

VAKSIN PELAJAR: Pelajar melakukan vaksinasi di SMK 1 Jalan Danau Sentarum, Selasa (7/7) pagi. Sebanyak 7.845 pelajar akan divaksin menjelang kegiatan pembelajaran tatap muka. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk para pelajar SMA/SMK negeri dan swasta di Pontianak terus berlangsung hingga Agustus mendatang. Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meninjau langsung proses pelaksanaannya di SMAN 9 Pontianak, Kamis (8/7).

Sutarmidji mengatakan, dari pelaksanaan vaksinasi pelajar kemarin, masih ditemukan ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk divaksin Covid-19. Dari 400-an pelajar kelas XII yang harusnya mengikuti vaksin ada sebanyak 78 pelajar yang orang tuanya tidak memberikan izin.

“Seperti hari ini (kemarin) 400 lebih (sasaran vaksinasi), ada 78 orang tuanya yang tidak setuju. Tidak apa mungkin dia merasa sudah mampu menjaga imunitas anaknya ya silakan, kami tidak akan larang,” ungkap Sutarmidji usai meninjau.

Pihaknya memang tidak mewajibkan para pelajar untuk divaksin. Sifatnya hanya anjuran karena nanti ketika pembelajaran secara tatap muka dimulai maka diprioritaskan bagi para pelajar yang sudah divaksin. Dengan demikian ia berharap seluruh pelajar bisa mendapat vaksin Covid-19.

“Tapi ada juga orang tuanya yang tidak mau. Masalahnya kalau misalnya diwajibkan sekolah tatap muka, yang tidak divaksin ini bisa membahayakan kawan-kawan yang lain. Sehingga yang ideal itu vaksin saja,” tegasnya.

Midji sapaan karibnya menjelaskan, dengan seseorang divaksin maka bisa menghindari akibat fatal dari Covid-19. Jika ada yang menyangsikan meski sudah divaksin tetap bisa terjangkit Covid-19, hal tersebut memang benar adanya. Karena vaksin tidak melindungi seseorang 100 persen.

“Tapi paling tidak, ketika sudah vaksin jadinya tidak fatal. Artinya lebih mudah mengobatinya, karena sudah ada imunitas. Kalau sudah waktu (sekolah) tatap muka ya tatap muka. Kami ikuti pusat, sekarang masih libur, zona merah tak boleh (tatap muka),” paparnya.

Sampai kemarin se-Kalbar, disebutkan Midji, sudah lebih dari 401.000 orang yang divaksin. Jika ditargetkan satu hari bisa 15 ribu orang yang divaksin, pada Rabu (7/7) dalam sehari baru mencapai sekitar 13 ribu per hari.

“Saya minta kepada bupati dan wali kota terus gencarkan. Kalau Pontianak sudah lebih 110 ribu, sehingga target saya antara 150-200 ribu di pertengahan Agustus insyallah tercapai kalau Pontianak,” ucapnya.

Dari jadwal vaksinasi SMA/SMK negeri dan swasta di Pontianak, pelaksanaannya berlangsung mulai 7 Juli hingga 3 Agustus 2021. Adapun jumlah SMA/SMK negeri dan swasta yang mengikuti vaksinasi totalnya ada 75 sekolah. Dengan jumlah pelajar kelas XII untuk seluruh sekolah tersebut ada sebanyak 10.966 orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Sugeng Hariadi menambahkan, untuk daerah lain seperti di Jakarta sudah lebih dulu melaksanakan vaksinasi untuk para pelajar usia 12 tahun sampai 18 tahun. Apalagi melihat data Ikatan Dokter Anak Indonesia bahwa dari delapan pasien Covid-19 dewasa, terdapat satu pasien anak.

“Makanya dengan adanya vaksin ini harapan kami bisa memproteksi anak-anak kalau pun terjangkit, walaupun tidak 100 persen membendung paling tidak ada filter di dalam tubuh itu jadi tidak parah kalau kena Covid-19,” ujarnya.

Ia berharap kepada seluruh orang tua pelajar yang memiliki putra-putri kelas XII SMA dan SMK agar dapat mendukung kegiatan vaksinasi. Karena tujuannya juga untuk melindungi anak-anak. “Ini harapan saya ke depan semoga partisipasinya semakin baik di sekolah-sekolah. Karena tadi di SMAN 9 Pontianak kepala sekolah sudah di WA orangtuanya, dari 218 ada 78 yang tidak setuju,” katanya.

Untuk konsekuensi dari orang tua yang menolak anaknya untuk divaksin, menurut Sugeng, sejauh ini sifatnya masih berupa anjuran. Pemerintah daerah dalam hal ini tentu akan mengikuti perkembangan aturannya di pusat.

“Sementara ini belum, masih bersifat anjuran. Mungkin nanti pelajar tidak tahu kebijakannya karena kami tidak berani mengeluarkan kebijakan di level daerah bila pusat belum mengeluarkan,” pungkasnya.(bar)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!