Agen Pembelajaran Masa Depan

Oleh: Sokae, S.Pd. K.

UNDANG-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 2 Tahun 2003 pada pasal 39 ayat 2 menjelaskan bahwa guru merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

Sementara itu, Undang–Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Guru sebagai agen pembelajaran dituntut untuk mampu menyelenggarakan proses pembelajaran dengan sebaik–baiknya dalam kerangka pembangunan pendidikan. Guru mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam pembangunan bidang pendidikan, dan oleh karena itu perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat. Perkembangan ini berawal dari ekosistem sekolah sebagai mitra orangtua dalam memberikan kepercayaan anaknya untuk menempuh pendidikan dan pengajaran.

Dalam ekosistem pendidikan dimaknai adanya interaksi manusia terhadap lingkungan tempat tinggal. Secara istilah biologi ekosistem bermakna lingkungan yang merupakan interaksi antara komponen biotik dan abiotic. Sehingga dalam pengertian bahwa manusia di sekolah mengandung makna pembelajar. Disebut pembelajar karena setiap orang bisa belajar dimana saja, dengan siapa dan kapan saja mulai dari lingkungan rumah, masyarakat, tempat kerja hingga sekolah.

Ekosistem pendidikan mengarah kepada bagaimana memanagen seluruh keberadaan yang terdapat di sekolah. Warga sekolah, dari lingkungan abiotik hingga biotik. Lingkungan interaksi manusia dengan manusia, dan juga manusia dengan lingkungan dan alam sekitar.

Pendidikan yang membangun kompetensi dalam hubungan pembelajaran abad 21 yang menuntut peserta didik memiliki ketrampilan,pengetahuan dan kemampuan di bidang teknologi, media informasi ketrampilan pembelajaran inovasi dan kecakapan hidup. Lembaga pendidikan dapat menciptakan sebuah pendekatan pendidikan karakter melalui kurikulum, penegakan disiplin, manajemen kelas, maupun melalui program–program pendidikan yang dirancangnya.

Mengingat pendidikan karakter dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang kuat, maka perlunya pendidikan pembentukan karakter sebagai  sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Oleh karena itu, perlu strategi yang tepat untuk mencapai tujuan dari pendidikan. Peran guru dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), harus memilliki kompetensi yang cukup baik dengan mengedepankan pendidikan karakter dalam menciptakan generasi milenials menjadi generasi yang tetap memilliki nilai–nilai, norma dan kaidah kaidah yang baik dari segi kemanusiaan, sosial dan relijius.

Ekosistem pendidikan yang baik akan membangun pendidikan karakter yang bermakna. Adanya kebijakan dan juga kurikulum pendidikan  bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia.(penulis adalah guru di SDN 18 Ensibo)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!