Ahli Keuangan yang Senang ke Lapangan

LAPANGAN: Lumano saat turun ke lapangan mengentaskan kebakaran hutan dan lahan.ISTIMEWA

Mengenal Kepala BPBD Kalbar

Nama Christianus Lumano mulai dikenal semenjak dilantik sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar pada Juni lalu. Meski latar belakang pendidikannya di keuangan, ia mengaku senang bertugas di BPBD karena sering turun ke lapangan.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

USAI diantik sebagai Kepala BPBD Kalbar pada 26 Juni, Lumano yang awalnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kalbar langsung sibuk. Ia otomatis harus memimpin jajarannya untuk menanggulangi berbagai bencana. Salah satunya adalah bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi sampai hari ini.

Ayah tiga anak yang awalnya lebih banyak berkutat di kantor, kini terbiasa turun ke lapangan. Rutinitas itu ternyata bukan hal baru baginya, ia yang dulunya pernah menjabat sebagai camat di Kabupaten Kapuas Hulu merasa senang bisa banyak bertugas di lapangan.

Lumano bercerita, ia memulai karir sebagai Aparatur Sipil Negera (ASN) pada 1997 di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu. Di kabupaten paling timur Kalbar itu, ia pernah menjabat sebagai camat, sampai akhirnya memutuskan pindah ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) pada tahun 2007.

Alasan kepindahannya ke Pontianak saat itu dikarenakan sang istri mendapat tugas belajar. Anak-anaknya yang masih kecil ikut tinggal di ibu kota Kalbar. Sampai ketika istrinya selesai tugas belajar, anak-anaknya justru tidak ingin pindah kembali ke Kapuas Hulu.

“Anak-anak ikut di sini (Pontianak) dari kecil, mereka tidak mau lagi dibawa pindah ke Kapuas Hulu, dengan alasan di sana tidak ada mal. Ngalah lah kita, saya yang pindah mengajukan ke provinsi,” ceritanya.

Awal pindah ke Pemprov Kalbar, Lumano masih menjabat sebagai staf. Kemudian ia sempat menjadi kabit anggaran sampai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Dan terkahir sebelum menjadi Kepala BPBD ia menjabat sebagai Sekertaris DPRD Kalbar. “Di keuangan lima tahun lebih jadi kepalanya, dua tahun lebih jadi kabit anggaran. Sekwan dua tahun setengah,” ucapnya.

Sejak Juni menjabat sebagai Kepala BPBD ia mengaku merasa senang. Karena kembali lagi banyak bertugas di lapangan seperti saat menjabat sebagai camat dulu. Pengalaman menjadi camat di Kapuas Hulu menurutnya memang paling berkesan selama berkarir sebagai ASN.

“Di BPBD sebenarnya lebih asik dan menantang, karena sering di lapangan. Saya sebenarnya memang paling hobi turun ke lapangan sama dengan di sini (BPBD). Tidak ada kesulitan menyesuaikan, masih enjoy-enjoy saja,” akunya.

Ke depan ia ingin menjadikan BPBD seperti Bappeda khusus kebencanaan. Dengan demikian BPBD bisa menjadi sarana kepala daerah untuk mengambil keputusan terkait dengan penanggulangan bencana. Untuk itu data-data tentang kebencanaan di Kalbar bakal ia lengkapi.

“Sehingga nanti bagi kepala daerah pun enak. Misalnya saat terjadi titik api, apakah terbakar setiap tahun atau bagaimana, itu bisa jadi bahan evaluasi untuk ambil keputusan,” pungkasnya.(*)

loading...