Ajak Anak Lestarikan Permainan Tradisional

ANTUSIAS: Siswa-siswa SMPN 1 Ngabang tampak antusias saat berkesempatan bertemu dengan Bupati Landak Karolin Margret Natasa, Kamis (7/11) lalu.

Permainan tradisional makin tenggelam di tengah perkembangan teknologi saat ini. Oleh karenanya, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak seluruh anak di Kabupaten Landak untuk kembali melestarikan permainan tradisional terutama permainan asli daerah.

Dewasa ini, menurut Karolin, permainan anak tradisional perlu dikenalkan kepada anak-anak. Mengingat permainan tradisional seakan mulai ditinggalkan dan kurang dilestarikan disebabkan salah satunya oleh perkembangan teknologi yaitu munculnya ponsel pintar android atau gawai yang telah mengubah gaya permainan anak-anak saat ini.

“Di tengah perkembangan teknologi saat ini saya juga mengajak anak-anak agar bisa mengenal dan melestarikan permainan tradisional yang merupakan permainan asli daerah kita, jadi jangan bisanya cuma main hp atau gadget saja,” ujar Karolin didepan seluruh siswa-siswi saat menghadiri deklarasi sekolah ramah anak di SMP Negeri 1 Ngabang, Kamis (7/11) lalu.

Karolin juga mengatakan bahwa banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh anak jika memainkan permainan tradisional, selain melatih kekompakan juga dapat melatih fisik anak mengingat kebanyakan permaian tradisional yang dimainkan memerlukan gerakan seluruh anggota tubuh yang sangat baik untuk perkembangan fisik anak.

“Kita mengenal permainan lompat tali, Taba’, Galah asin, bakiak, kasti, gasing dan sebagainya, ini semua dapat melatih kekompakan dan fisik anak sehingga saya rasa perlu dikenalkan kepada anak- anak jaman sekarang yang sebagian dari mereka tidak mengetahui permainan tradisional,” papar Karolin.

Lebih lanjut, Karolin mengatakan peran guru disekolah dan orang tua dirumah sangat diperlukan dalam mengenalkan permainan tradisional.  Mengingat saat ini telah ada program belajar sehari diluar kelas bagi para siswa yang dapat diisi dengan memainkan permainan tradisional disekolah tentunya dengan bimbingan dan pengawasan guru.

“Program belajar sehari diluar kelas yang diterapkan sekolah bisa diisi dengan mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak, dengan begitu anak-anak selain bisa belajar dan melatih fisik juga akan dapat mengenal kondisi alam sekitarnya, ini juga merupakan salah satu jenis pembelajaran kepada anak untuk itu peran pendampingan guru sangat diperlukan serta dukungan orang tua yang memberikan batasan bermain gadget,” kata Karolin. (mif)

Read Previous

Raih Dua Penghargaan, Masyarakat Sungai Utik Gelar Syukuran

Read Next

Warga Protes Bantuan Listrik Tak Merata, Polsek Sengah Temila Gelar Mediasi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *