Ajukan Bantuan Obat Covid-19

Sidiq Handanu

KEPALA Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan, persediaan obat anti virus buat penanganan covid-19 memang menipis. Dalam upaya pemenuhan obat tersebut saat ini Dinkes Pontianak tengah meminta bantuan dengan Kementerian Kesehatan.

“Kita mengajukan 50 ribu tablet obat oseltamivir atau anti virus, namun yang diberikan hanya 6.000 tablet, jika satu orang 10 tablet jumlah tersebut hanya cukup untuk 600 pasein, itu akan habis dua hari saja,” ungkap Kadis Kesehatan Sidiq Handanu, Rabu (14/7).

Dalam penanganan covid saat ini obat anti virus sekarang hanya diberikan untuk masyarakat yang memang sakit seperti di rumah sakit dan rusunawa. Anti virus juga hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri. Akan tetapi dengan kriteria-kriteria yang mengalami gejala. Untuk orang tanpa gejala cukup meminum vitamin dan melakukan isolasi mandiri.

Obat-obatan seluruhnya dipasok dari Jakarta. Terdiri dari generik dan paten. Kedua jenis obat tersebut sekarang memang tengah kosong. Dinkes Kota Pontianak telah berupaya melakukan pengadaan akan tetapi surat pesanan tersebut harus antre. Meskipun demikian untuk pasien di rumah sakit dan rusunawa dipastikan bisa disuplai obat anti virus.

“Untuk suplai anti virus bagi pasien di rumah sakit dan rusunawa kita pastikan tidak terhambat, namun berdasarkan laporan untuk di apotik memang sedang tidak ada,” ujarnya.

Kata Handanu ketersediaan obat tersebut sangat dinamis. Bisa saja untuk keesokan hari stok tersebut tersedia. Sejauh ini koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar dan Kementerian Kesehatan terus dilakukan dalam upaya bantuan penanganan pandemi Covid-19.

Terlebih Kota Pontianak dalam zona merah jadi setiap kebutuhan langsung diajukan. “Contohnya kemarin kita ajukan 50 ribu tablet lalu dikasih 6000 tablet, besoknya saya minta lagi, mudah-mudahan ini menjadi perhatian Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.(iza)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!