Aksi Borong Berpotensi Picu Inflasi

opini pontianak post

Oleh: Dini Rianti

PASCADIUMUMKAN terdapat dua warga Depok, Jawa Barat yang positif terinfeksi virus corona oleh Presiden Jokowi pada tanggal 2 Maret 2020 kemarin, nampaknya terjadi sedikit kepanikan dalam masyarakat, khususnya di Kota Pontianak

Kepanikan itu terlihat dari adanya aksi borong (panic buying) beberapa barang kebutuhan masyarakat di sejumlah pasar swalayan yang ada di Pontianak. Panic buying adalah tindakan membeli sejumlah besar produk yang tidak biasa untuk mengantisipasi atau setelah bencana yang dirasakan, atau mengantisipasi kenaikan harga.

Barang kebutuhan yang diborong tersebut tidak hanya beras dan mie instant tetapi juga masker, hand sanitizer, dan alkohol 70% yang dijual di apotek. Akibatnya sejumlah barang tersebut kosong di pasaran.

Tak salah sih memang menyetok beberapa barang yang diperlukan di awal bulan, contohnya menyetok beras, sabun, minyak goreng, dan lain-lain untuk satu bulan. Sebagian besar masyarakat pun sudah terbiasa untuk menerapkan belanja bulanan sesuai dengan pos-pos keuangan di rumah tangganya masing-masing. Hal ini dikarenakan awal bulan biasanya adalah waktu untuk menerima gaji/upah dari hasil kerjanya.

Tetapi awal bulan kali ini atmosfernya sedikit berbeda. Masyarakat relatif belanja lebih banyak dari biasanya, bahkan barang yang bukan menjadi kebutuhan sehari-harinya pun mulai distok dalam jumlah lebih banyak, seperti masker dan hand sanitizer. 

Akibatnya kedua barang tersebut sudah mulai langka atau jika pun ada harganya sudah berkali-kali lipat dari harga normal. Masker contohnya, biasanya dijual dibawah Rp50 ribu per kotak, kini bisa mencapai Rp200-300 ribu per kotak isi 50 lembar. Fenomena ini erat kaitannya seiring masuknya covid-19 ke Indonesia.

Aksi borong sejumlah besar produk yang tidak biasa bisa menimbulkan ketidakseimbangan dalam struktur harga, karena permintaan yang tinggi namun stok yang terbatas.

Fenomena ini dapat mendorong ketidakpastian harga yang bisa mengakibatkan kenaikan harga akibat permintaan dan penawaran yang tidak seimbang, sehingga tanpa sadar dapat mendorong terjadinya inflasi, tidak hanya di Kota Pontianak tetapi juga di Indonesia.

Secara umum, inflasi dapat disebabkan karena terjadinya peningkatan permintaan (demand pull inflation), peningkatan biaya produksi  (cost pull inflation) , dan tingginya peredaran uang.

Jika terus berlanjut, kondisi ini dapat mengakibatkan demand pull inflation. Demand pull inflation atau inflasi karena permintaan adalah inflasi yang terjadi akibat adanya sebuah permintaan (demand) yang tidak imbang dengan peningkatan jumlah penawaran produksi. Hal tersebut mengakibatkan kenaikan harga barang sesuai dengan hukum permintaan yakni apabila permintaan tinggi sedangkan penawaran tetap maka harga akan naik.

Dampak lain dari aksi borong yang perlu diwaspadai adalah munculnya oknum yang sengaja memanfaatkan momentum atas kenaikan permintaan untuk megerek harga lebih tinggi guna meraup keuntungan pribadi dengan menyimpan stok barang. Tentu hal ini akan semakin merusak harga di pasaran.

Oleh sebab itu, bijak berbelanja sangat diperlukan pada kondisi saat ini. Belanjalah sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai karena rasa panik, lantas melakukan aksi borong. Pemerintah pun sudah mengumumkan dan menjamin stok barang-barang kebutuhan pokok masyarakat tercukupi.

Edukasi yang diberikan oleh pemerintah dan tenaga medis dalam menghadapi virus tersebut sudah sangat banyak berseliweran baik di media cetak atau elektronik maupun di sosial media. Kembali lagi ke diri masing-masing, bagaimana dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing untuk mencegah penyebaran wabah dunia tersebut. Semoga wabah ini segera berlalu agar kepanikan di masyarakat segera terobati. (*)

*) Penulis, Statistisi Pertama BPS Provinsi Kalimantan Barat

 

Read Previous

Mempertemukan GN’R dengan Rita Soegiarto dan Yoppie Latul

Read Next

Midji Dukung Pembangunan Kawasan Olahraga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *