Aktivis Lingkungan Gelar Aksi, Minta Hentikan Proyek Kota Pusaka

PROTES : Aktivis pecinta lingkungan hidup yang tergabung dalam Forum Sungai Kota Singkawang melakukan aksi pasang spanduk dan baliho di bangunan tiang gerbang Kota Pusaka, Sabtu (30/11) kemarin. HARI K/PONTIANAK POST

SINGKAWANG — Aktivis pecinta lingkungan hidup yang tergabung dalam Forum Sungai kota Singkawang melakukan aksi pasang spanduk dan baliho di bangunan tiang gerbang Kota Pusaka, Sabtu (30/11) kemarin.

Mereka melakukan aksi ini sebagai tindak lanjut sikap atas pembangunan pondasi bangunan gerbang kota Pusaka di badan sungai. “Ini aksi lanjutan seperti yang sudah kita ungkapkan di media sosial di laman Humpro Singkawang, kita selalu mempertanyakan pemasangan gapura di badan sungai Singkawang,” ungkap Dekhi Armadhani S kepada koran ini.

Dalam aksinya, mereka juga dibantu oleh sejumlah anak anak punk yang acap kali terlibat dalam pembersihan sungai kota Singkawang. Ada dua media sebagai sarana menunjukkan sikap mereka yang dipasang di jembatan dan bangunan tiang gerbang kota pusaka.

Satu spanduk  yang bertuliskan “Pernyaataan dukungan#selamatkansungai Singkawang”, dimana ada sejumlah nama dan tanda tangan warga mendukung surat pernyataan tersebut. Kedua, adalah ukuran baliho kecil  bertuliskan “Hentikan Pekerjaan ini!!, atau perlihatkan Amdalnya (Pasal 22 UU No.32 PPLH tahun 2009. Tindak pidana dalam undang undang perlindungan dan pengelolaan lingkungan adalah kejahatan. Forum Sungai Kota Singkawang”. Baliho ukuran sedang bertuliskan tinta merah diatas dasar putih itu langsung diikatkan pada bangunan tiang gerbang kota Pusaka yang belum jadi.

“Menurut kami, kami memiliki keyakinan ini melanggar UU lingkungan. Kami dari forum sungai Kota Singkawang melakukan tindakan ini,” tegasnya.

Pihaknya meminta dinas terkait atau pelaksana kegiatan dapat memperlihatkan kepada pihaknya apalah ada dokumen Analisis Dampak Lingkugan (Amdal), karena tentu dalam pembangunan seperi ini ada kajian strategis dalam pengelolaan sungai.

Tak sampai itu, Dekhi pun mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dan berkirim berkas ke Wiratno, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup. “Sudah kita kirimi berkasnya dan informasi masalah ini,” jelasnya.

Read Previous

Granat Sisa Konfrontasi Diserahkan ke TNI

Read Next

Sengketa Pilkades Sengah Temila Berakhir Damai

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *