Aktivitas di Pasar Anjongan Masih Normal

WAJIB: Pedagang di Pasar Anjongan mewajibkan pengunjung memakai masker dan mencuci tangan. ISTIMEWA

MEMPAWAH – Penularan Covid-19 kluster pendidikan STT Anjongan terus bertambah. Hingga kemarin, tercatat 12 kasus terkonfirmasi positif yang berasal dari kluster tersebut dengan satu pasien meninggal dunia. Terakhir, tambahan 4 kasus dari tenaga medis Puskesmas Sungai Pinyuh yang sempat kontak dengan pasien positif dari kluster STT Anjongan.

Temuan 4 tenaga medis ini membuat tim gugus tugas penanganan cepat Covid-19 membuat kebijakan menutup sementara aktivitas Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh. Penutupan berlangsung selama tiga hari sejak Kamis-Sabtu (10-12/9) nanti.

“Mulai hari ini (kemarin), kita lakukan penutupan sementara Puskesmas Sungai Pinyuh. Karena, kita harus melakukan sterilisasi dilingkungan Puskesmas Sungai Pinyuh pasca temuan 4 kasus positif Covid-19 itu,” terang Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Cepat Covid-19 Kabupaten Mempawah, drg Mukhtar Siagian di Mempawah.

Mukhtar menjelaskan, proses sterilisasi lingkungan Puskesmas Sungai Pinyuh dilakukan dengan menyemprotkan cairan desinfektan di seluruh sudut dan fasilitas yang ada di lokasi itu. Supaya, dipastikan tak ada virus corona dilingkungan Puskesmas Sungai Pinyuh.

“Sterilisasi dilakukan oleh tim kecamatan dan kabupaten. Kita harus memastikan lingkungan Puskesmas Sungai Pinyuh benar-benar aman dan steril sebelum melaksanakan fungsi pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tegasnya.

Di samping melakukan sterilisasi, sambung Mukhtar, tim gugus tugas covid-19 Kabupaten juga melakukan tracking terhadap seluruh keluarga petugas kesehatan Puskesmas Sungai Pinyuh yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kemarin, sebagian keluarga pasien positif sudah kita ambil sampel untuk tes usap dan kita lanjutkan lagi hari ini,” tuturnya.

Penularan Covid-19 kluster STT Anjongan cukup mengkhawatirkan masyarakat. Sebab, hanya dalam waktu dua hari terdeteksi 12 pasien terkonfirmasi positif. Dan hingga Rabu (9/9) pukul 19.00 WIB, total ada 32 kasus Covid-19 di Kabupaten Mempawah dengan 1 kasus meninggal dunia.

Merebaknya penyebaran Covid-19 kluster STT Anjongan ini menimbulkan keresahan dilingkungan masyarakat Kecamatan Anjongan. Meski demikian, aktivitas masyarakat di Pasar Anjongan terpantau tetap normal dan lancar.

“Pastinya masyarakat di Anjongan cukup resah dengan situasi ini. Karena itu, masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan lebih disiplin menerapkan protap kesehatan,” terang Relawan Pelopor Pemuda Anjongan, Suparman, Kamis (10/9) siang.

Saat ini, Suparman mengatakan, aktivitas masyarakat di Kecamatan Anjongan masih normal dan lancar. Misalnya, dia mencontohakn, aktivitas jual beli pedagang dan konsumen di Pasar Anjongan berlangsung kondusif.

“Masyarakat tetap antusias melaksanakan aktivitas dan rutinitas diluar rumah dengan disiplin menerapkan protap kesehatan Covid-19 secara ketat,” tegasnya.

Secara keseluruhan, Suparman menilai, disiplin wajib masker di masyarakat Anjongan mencapai 90%. Karena itu, dia mendorong seluruh aparatur kecamatan hingga desa semakin aktif meningkatkan sosialisasi. Agar menumbuhkan disiplin dan kesadaran masyarakat menerapkan protap kesehatan secara maksimal.

“Mudah-mudahan situasi ini segera berlalu dan masyarakat Kabupaten Mempawah umumnya dan Kecamatan Anjongan khususnya dapat kembali melaksanakan kehidupan dengan normal seperti sediakala,” ucapnya mendoakan.

Senada itu, Pelaku Usaha di Pasar Anjongan, Rizal Abdul Wahab menyebut aktivitas di perdagangan masih normal dan lancar. Dia melihat tak ada perubahan situasi yang signifikan di masyarakat Anjongan.

“Masyarakat yang beraktivitas diluar rumah terutama berkunjung ke pasar sangat disiplin menggunakan masker dan melaksanakan protap kesehatan Covid-19. Kesadaran masyarakat untuk wajib masker semakin meningkat,” tegasnya.

“Sebagai pelaku usaha, kami juga mewajibkan konsumen yang akan berbelanja lebih dulu mencuci tangan dan wajib masker sebelum masuk ke toko. Kita sudah sediakan tempat cuci tangan di depan toko,” tambahnya.

Anggota DPRD Mempawah, Tri Margono mengimbau masyarakat khususnya yang bermukim di lingkungan Kampus STT-ATI agar lebih waspada serta meningkatkan disiplin protap kesehatan.

“Masyarakat harus lebih optimal melaksanakan protap kesehatan. Mulai dari wajib masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan hindari keramaian. Ini harus benar-benar diperhatikan dan diterapkan,” pintanya.

Sejauh ini, pendapat Legislator Dapil Sungai Pinyuh-Anjongan itu, tingkat disiplin masyarakat masih kurang maksimal. Artinya, masyarakat belum sepenuh hati dan kesadaran sendiri untuk mentaati protap kesehatan.

“Kalau kita disiplin dengan rasa terpaksa apalah artinya. Masih ada yang belum tergugah dengan kesadaran sendiri untuk disiplin menjalankan protap kesehatan,” tuturnya.

Parahnya, sambung dia, masih ada sebagian masyarakat yang beranggapan biasa saja dengan kasus Covid-19 di Kecamatan Anjongan. Sehingga, mereka mengabaikan seluruh anjuran dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Padahal dari update data yang disampaikan tim gugus tugas, Kecamatan Anjongan sudah masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mempawah,” ungkapnya.(wah)

 

error: Content is protected !!