Alami Siksaan Mental dan Fisik

PASPOR: Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi menyerahkan paspor ke VN, setelah kembali dari Tiongkok |HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Kembali, Polres Fasilitasi Pemulangan Warga Singkawang Yang Diduga Korban TTPO

Lagi Korban TPPO Pulang

SINGKAWANG–Polres Singkawang kembali memfasilitasi pemulangan satu warga Singkawang yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Negara Tiongkok.

Dalam konferensi pers Senin (26/8), Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi mengatakan, warga Singkawang yang diduga menjadi korban TPPO adalah berinisial VN (21).

“Sebelum VN di pulangkan, Polres Singkawang mendapat laporan dari korban mengenai permasalahan yang dialaminya selama di Tiongkok, melalui akun Facebook Humas Polres Singkawang,” kata Raymond.

Berkat laporan dan bantuan dana dari netizen, VN akhirnya berhasil dipulangkan dari KBRI Beijing ke Kota Singkawang, pada Kamis (22/8) kemarin.

Menurutnya, VN adalah merupakan korban TPPO yang kesekian kalinya yang berhasil dipulangkan Polres Singkawang.
“Dalam hal ini, kita akan terus berupaya untuk membantu permasalahan yang dihadapi warga Singkawang, disamping kita menjalankan tugas-tugas pokok kepolisian,” ujarnya.

Dia berharap, apa yang dilakukannya bisa menjadi contoh bagi gadis-gadis muda di Singkawang, untuk tidak mudah tergoda dengan segala bujuk rayuan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Sehingga apa yang dibayangkan ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan seperti yang dialami VN di negara Tiongkok,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, dihadapan wartawan VN mengaku selama berada di Tiongkok, dirinya selalu mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari pihak keluarga suami.

“KDRT itu, seperti dipukul, dicekik, ditampar dan ditendang,” katanya.

Bahkan, selama tinggal di Tiongkok, dirinya juga dilarang berkomunikasi melalui handphone dengan orang Indonesia.

“Jika ketahuan, maka ponsel saya disita bahkan di buang,” katanya.

Dia juga pernah dipaksa untuk meminum obat agar bisa hamil. Karena, sewaktu di cek ke dokteran di Tiongkok, dirinya dinyatakan ada penyakit yang menyebabkan dirinya tidak bisa hamil.

“Mengetahui hal itu, saya dipaksa untuk operasi. Tapi saya gak mau, karena jika memang saya punya penyakit yang begituan, saya mau cek di Indonesia saja, tapi saya gak dibolehkan pulang ke Indonesia,” ujarnya.

Kalau obatnya tidak di minum, dia pun harus siap di marah dan mendapatkan kekerasan dari pihak keluarga suami. “Saya dimarahin dan diseret-seret gitu,” ungkapnya.

Melapor ke Agency di China, namun hanya disarankan untuk dijalani secara sabar. “Tapi sabarnya sampai kapan, kita di pukul dan di cekik, sabarkan ada batasnya,” tuturnya.

Beruntung, dia segera menemukan akun Facebook Ivan, yang merupakan Humas Polres Singkawang. Melalui Facebook, VN pun memberanikan diri untuk berkomunikasi via chat dengan Ivan.

“Bersyukur, pak Ivan langsung membalas chat saya. Dari situlah saya menceritakan semua apa yang saya alami, dan bersyukur pak Ivan bersedia akan membantu untuk memulangkan saya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dia pun mengucapkan terima kasih kepada Polres Singkawang, ibu Silvi dan KBRI Beijing yang sudah bersedia membantu dirinya sehingga bisa sampai di Kota Singkawang.

Humas Polres Singkawang, Bripka Muhammad Irvan mengatakan, berdasarkan arahan dari Bapak Kapolres, semua anggota diminta untuk memberikan pelayanan sepenuh hati ke masyarakat.

“Korban lapor ke kami, kemudian kami bantu dia geser ke KBRI untuk selanjutnya kita pulangkan,” katanya.
Mengingat dana untuk kepulangan VN tidak ada, sehingga kepulangannya ke Kota Singkawang dibantu oleh netizen yang peduli sama warga Singkawang.

“Sehingga korban bisa pulang ke Singkawang,” ujarnya. (har)

Read Previous

SDN 09 Segedong Juara LSS dan Adiwiyata 2019

Read Next

Digrebek Saat Transaksi, 20 Klip Diamankan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *