Pernah Jadi Korban Penipuan hingga Miliaran Rupiah
Alunk Hendri, Developer Nyentrik yang Jual 100 Rumah dalam Sebulan

Alunk Hendri

Pria tambun bermata sipit mempersilahkan Pontianak Post duduk di meja makan sembari menunggu waktu berbuka puasa. Sifat riangnya membuat siapapun cepat akrab dengannya. Siapa sangka, pria 31 tahun tersebut merupakan pengusaha properti yang tengah naik daun.

SHANDO SAFELA, Pontianak

Sambil menggenggam telfon, pria nyentrik bernama Hendri Saputra tersebut terlihat sibuk menjawab satu persatu panggilan yang masuk ke telepon genggamnya. Dari menguping obrolan percakapannya, urusannya tak jauh dari obrolan di bidang properti.

Sosok yang akrab dipanggil Alunk ini adalah pengusaha properti yang ‘besar’ dari pengalaman. Alunk memulai semuanya di tahun 2010, mulai merintis usaha sebagai developer. Peristiwa demi peristiwa mulai dialaminya. Dirinya pernah menjadi korban penipuan hingga miliaran rupiah. Bahkan, hidupnya pernah sangat terpuruk di tahun 2015. Perusahaannya bangkrut alias gulung tikar.

Keterpurukanya tak disia-siakannya. Dari kegagalannya itulah, Alunk bangkit kembali di 2017. Sedikit demi sedikit, perlahan-lahan, usahanya mulai membuahkan hasil.

Badai pandemi yang terjadi awal 2020, membuat ekonomi di Indonesia terjun bebas, tak luput juga di wilayah Kalimantan Barat. Pergerakan ekonomi yang tengah tiarap, dimanfaatkan Alunk untuk mengambil momen tersebut. Berkat kejeliannya, usahanya meroket tajam, berbanding terbalik dengan kondisi perekonomian yang tengah terjadi.

Alunk menyusun strategi agar orang tetap dapat membeli rumah meski di masa pandemi. Alunk mencari beberapa lokasi strategis dengan harga murah untuk ia bangun sebuah perumahan. Setelah mendapat lokasi yang bagus, Alunk mulai membangun rumah dengan tipe kecil, namun dengan kualitas yang sangat tinggi. Selain itu, Alunk menjualnya dengan harga yang sangat murah. Tak heran, dalam sebulan Alunk mampu menjual 100 unit rumah dengan hanya bermodal promosi di akun sosial medianya.

“Target saya membantu orang-orang dari kalangan menengah kebawah agar tetap bisa memiliki rumah idaman di masa pandemi. Sebenarnya caranya sangat sederhana, saya cukup mengecilkan keuntungan, yang penting cash flow penjualan dan pembangunan tetap berjalan,” kata Alunk

Suami dari Ema Sahid dan ayah dari Katnis dan Kluwi ini, lebih banyak memanfaatkan sosial media untuk mempromosikan perumahannya. Diakuinya, lebih dari 50 persen orang mengetahui produk propertinya dari sosial media.

“Saya memaksimalkan sosial media untuk berpromosi. Maklum, di awal pandemi ini sangat dilarang untuk menggelar pameran di mall,” tuturnya.

Dari usaha yang dirintisnya kembali pada tahun 2017 silam, saat ini Alunk telah menyerap lebih dari 300 buruh bangunan yang tengah membangun sembilan perumahannya secara bersamaan.

Niatnya untuk membantu masyarakat menengah kebawah, mulai terealisasi. Empat tahun terakhir, Alunk telah menyelesaikan pembangunan dan menjual 1000 unit rumah.

Kini Alunk menjadi inspirasi para pengusaha muda yang mulai meniti karier. Dia telah membuktikan, dalam masa sulitnya, satu yang tak boleh hilang, yaitu semangat dan rasa haus akan belajar. (*)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!