Amankan 38 Tabung Gas Melon

PENERTIBAN: Tim Pemkot Singkawang,  PT. Pertamina, dan Satgas Pangan Polres Singkawang melakukan monitoring dan penertiban penggunaan gas 3 kilogram kepada pelaku usaha yang tidak berhak menggunakannya, Rabu (12/8). HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

SINGKAWANG – “Ada temuan yang cukup mengagetkan, satu orang pelaku usaha memiliki sampai 38 tabung gas melon 3 kilogram,” ujar Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Singkawang, Muslimin. Temuan tersebut didapati mereka saat melakukan monitoring dan penertiban penggunaan elpiji 3 kilogram kepada pelaku usaha, Rabu (12/8).

“Tadi semuanya gas subsidi itu kita minta tukar langsung dengan tabung gas non subsidi isi 5,5 kilogram yang sudah kita bawa,” ujar Muslimin.

Muslimin menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini dibagi dalam dua tim. Penyisiran dua tim gabungan ini, menurut dia, dilakukan kepada pelaku usaha yang ada, sesuai jalur dan area monitoring.  “Kegiatan ini dilakukan hari Rabu (12/8) dan Kamis (12/8) ke pelaku usaha yang tak seharusnya menggunakan gas elpiji 3 kilogram ini,” katanya.

Target sasaran mereka adalah 100 pelaku usaha yang berkecimpung di bidang kuliner dan terkait kebutuhan pokok. Untuk yang sudah berlangsung, diungkapkan dia bahwa setidaknya tim Pemkot Singkawang menemukan masih banyak pelaku usaha yang menggunakan elpiji 3 kilogram.

Muslimin menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini langkah awal sekaligus keseriusan Pemkot dalam mengatasi kelangkaan elpiji 3 kilogram, serta upaya agar gas subsidi disalurkan tepat sasaran. “Nantinya kegiatan seperti ini menyasar ke restoran, hotel, peternakan, dan sektor lainya sesuai target kita. Bahkan nantinya juga tim gabungan akan memonitor agen dan pangkalan,” katanya.

Oleh sebab itu,  pihaknya berharap warga atau pelaku usaha yang merasa semestinya tidak mengonsumsi elpiji 3 kilogram untuk segera beralih ke gas nonsubsidi 5,5 kilogram.

Monitoring ini sendiri merupakan kerja sama antara Pemkot,  PT. Pertamina, dan Satgas Pangan Polres Singkawang. Langkah yang dilakukan tim gabungan ini merupakan wujud keseriusan Pemkot Singkawang dan Pertamina dalam rangka memastikan penyaluran gas subsidi tepat sasaran.

“Kita bersama tim melakukan monitoring ke lapangan, memberikan edukasi sekaligus trade in yakni penukaran tabung gas subsidi ke tabung nonsubsidi (tabung gas 5,5 kilogram, Red) ,” ungkap

Fahrizal Iriansyah, staf Sales Branch Manager II PT Pertamina Kalbar.

Dalam kegiatan tersebut,  tim gabungan langsung membawa pasokan Gas Subsidi yang sudah berisi. Sehingga pelaku usaha yang tak dibenarkan menggunakan pemakaian gas melon langsung ditukar ke non subsidi.  “Jadi pelaku usaha dapat menukarkan dua tabung gas melon ke satu tabung gas yang 5,5 kg. Karena tabung gas 5,5 sudah diisi maka pelaku usaha hanya dikenakan pembayaran isi ulang saja sebear Rp76 ribu,” ungkapnya.

Ia menambahkan upaya terjun ke lapangan ini juga dapat meminimalisir dampak keberlangsungan penyaluran gas elpiji 3 kg yang kurang tepat sasaran. (har)

error: Content is protected !!