Amankan Tujuh Perakit Bom Ikan

PRES RILIS: Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono, memimpin pres rilis terkait pengungkapan kasus perakitan bom ikan, kemarin (3/5). AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

KETAPANG – Diduga akan melakukan perakitan dan pengeboman ikan, tujuh orang diamankan polisi. Dari tujuh tersangka tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya dua kapal dan 150 kilogram pupuk calcium ammonium nitrate yang merupakan bahan baku pembuatan bom ikan.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono, mengatakan, pengungkapan praktik kejahatan di perairan Ketapang tersebut dilakukan pada Minggu (2/5) sekitar pukul 17.30 WIB. “Lokasi penangkapan di pelabuhan kecil di Jalan Tengkawang, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Polsek Delta Pawan, Polsek Benua Kayong, Satuan Polairud serta Tim dari PSDKP Ketapang,” katanya saat menggelar konferensi pers, kemarin (3/5).

Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan dua buah kapal motor. Di dalamnya mereka dapati tujuh orang dan membawa peralatan dan bahan-bahan yang diduga kuat akan digunakan untuk menangkap ikan secara ilegal. “Tujuh orang dan semua barang bukti telah kita amankan. Saat ini masih terus dilakukan penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Ketujuh orang tersebut, diungkapkan Kapolres adalah pemilik sekaligus nahkoda kapal motor, MA (35), dan SM (40), warga Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Sementara pemilik bahan baku pembuatan bom ikan tersebut, disebutkan Kapolres, adalah HD (53), yang juga berasal dari Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Bersama para pelaku, kepolisian juga mengamankan seorang kurir yang membeli bahan baku pembuatan bom ikan, SB (43), warga Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan.

Sementara tiga orang lain yang mereka amankan adalah anak buah kapal yakni, YD (23), TN (17), dan ST (18). Mereka bertiga, dipastikan Kapolres, merupakan warga Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya tiga karung pupuk calcium ammonium nitrate masing-masing seberat 50 kilogram, tiga karung botol kecap kosong, dua jeriken solar, satu kotak korek api, 55 batang pipa alumunium, dua buah kacamata selam, tali yang diduga sumbu, satu kantong dempol, dua buah batu pemberat, serta satu buah kompresor yang bisa dipergunakan untuk kurang lebih 8 – 10 orang menyelam.

Wuryantono menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Termasuk di antaranya yang menjadi pertanyaan mereka, dari mana para tersangka ini mendapatkan bahan baku pembuatan bom ikan tersebut. “Itu memerlukan keterangan dari pihak terkait, apakah bahan-bahan ini dijual bebas atau tidak? Termasuk juga masih akan mendalami di mana para pelaku ini akan melakukan pengeboman ikan,” ujarnya.

Tersangka akan mereka ancam dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 2001 tentang Senjata Api atau Bahan Peledak, atau pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahum 2004 tentang Perikanan dengan ancaman paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar. (afi)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!