Anak Desa Sungai Mayan Manfaatkan Waktu dengan Memancing

MEMANCING:  Anak-anak di Desa Sungai Mayan memanfaatkan pasang sungai dengan memancing. MIRZA/PONTIANAKPOST

Musim Pasang Air Sungai

Ketika air sungai meluap, Anak-anak Desa Sungai Mayan, Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau memanfaatkan waktunya dengan memancing ikan. Lokasinya tidak di tepian sungai. Mereka memanfaatkan dataran yang pasang sebagai lokasi mancing. Bagaimana keseruan mereka ?

SUNGAI MAYAN, Mirza Ahmad Muin

DEBIT air Sungai Mayan, di Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau siang itu tengah naik. Tampak sebagian jalan beton desa yang posisinya sedikit rendah tergenang air sungai yang meluap. Meski demikian aktivitas masyarakat disana tetap berjalan seperti biasa.

Letak Desa Sungai Mayan berada di tepian sungai. Jarak antara rumah dengan sungai kurang lebih sekitar 12 meter. Pantauan Pontianak Post, sebagian besar rumah penduduk disana dibangun dengan konsep panggung dengan mempertahankan kearifan lokal. Dibagian dindingnya masih menggunakan kayu. Namun sebagian rumah warga disana juga berkonsep moderen, dengan pondasi menggunakan semen.

Depan rumah warga juga terdapat lanting-lanting yang menjadi tempat masyarakat beraktivitas. Utamanya untuk mandi dan mencuci pakaian. Meski sungainya tidak terlalu jernih, namun air sungainya lumayan bersih. Sehingga sungai ini menjadi nadi warga setempat.

Ketika pasang sungai tiba seperti ini, kebanyakan anak-anak setempat menghabiskan waktu untuk memancing. Lokasi mancing tidak dilakukan di tepian sungai. Akan berbahaya bagi mereka. Pasalnya, arus tengah deras. Jikapun pandai berenang, bila terbawa arus dapat berakibat fatal bagi  anak-anak seumuran lima sampai dua belas tahun ini.

Lokasi dataran yang digenangi air lah menjadi titik tempat anak-anak itu memancing. Umpannya cukup menggunakan roti. Jorannya sederhana. Hanya kayu panjang dibagian ujung dililit benang, kemudian mata pancing dipasang. untuk mengetahui ikan menyantap umpan, merekapun menyelipkan potongan gabus di atas mata pancing.

“Umpannya cukup roti kebeng bang. Ikan jenis baung dan lais kadang sangkut. Ketika air pasang ikan-ikan ini naik ke tanah yang tergenang air,” kata Melati.

Melati baru saja menajur umpan. Tak lama, ikan pun melahap umpannya. Sontak teman-teman lain ikut berteriak melihat hasil tangkapan Melati. Teman-temannya pun senang. Merakapun berharap sama. Yaitu umpan di mata pancing bisa dilahap ikan.

Desta teman Melati mengatakan. Hasil ikan yang didapat biasanya digoreng. Rasanya enak. Karena ikan-ikan ini masih segar. Dijelaskan dia, memang saat air sungai mulai pasang, anak-anak setempat suka menghabiskan waktu dengan memancing.

“Meski ukuran ikannya tidak terlalu besar. Namun jika dapatnya banyak, lumayan juga yang terkumpul di kantong plastik,” ujarnya meninggalkan lokasi itu, sambil mencari spot ikan yang baru.(**)

 

 

error: Content is protected !!