Ancaman Gelombang Ketiga yang Diprediksi pada Desember Mendatang, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

ILUSTRASI

JAKARTA – Pemerintah pusat mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengantisipasi gelombang ke-3 Covid-19 dengan mempertahankan tren penurunan kasus positif. Pemerintah menyuarakan penguatan 3T (testing, tracing, dan treatment), disiplin memakai masker, vaksinasi, serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai kunci untuk menjaga momentum saat ini.

“Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengantisipasi gelombang ke-3 Covid-19 seiring meningkatnya kasus di beberapa negara tetangga, seperti Filipina, Malaysia, dan Singapura,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Selasa (21/9).

Para ahli epidemiologi memperkirakan akan terjadi lonjakan kasus atau gelombang ketiga di Indonesia pada bulan Desember mendatang. Johnny menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian berjudul Multiwave Pandemic Dynamics Explained: How to Tame The Next Wave of Infectious Diseases dalam jurnal Scientific Reports, gelombang baru Covid-19 tidak dapat dihindari. Hal yang dapat dilakukan adalah memperlambat terjadinya gelombang baru dengan mengendalikan jumlah kasus ketika berada di level rendah. Hal ini harus diiringi dengan peningkatan intervensi farmasi seperti vaksinasi.

Menurut Menkominfo Johnny hingga Senin (20/9), jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia berada di angka 55.936 dengan penambahan kasus harian sebesar 1.932.

“Hal ini yang harus dipertahankan serendah mungkin dalam waktu yang lama, untuk meminimalisir dampak buruk gelombang baru,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa pemerintah telah belajar dari pengalaman menghadapi gelombang Covid-19 sebelumnya pada Juni-Agustus 2021. Pemerintah sudah lebih siap mengantisipasi potensi gelombang baru dengan terus mengoptimalkan sinergi antar lembaga dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan dengan tepat.

Kebijakan tersebut meliputi pembatasan pintu masuk kedatangan internasional via udara (Tangerang dan Manado), Via darat (Aruk, Entikong, Nunukan, Motaain), dan via Laut (Batam dan Tanjung Pinang. Selain itu, kebijakan ini juga diikuti dengan peningkatan pengawasan oleh TNI dan Polri di pintu masuk internasional yang tidak resmi, baik di darat maupun laut. Kebijakan lain juga diterapkan dengan mensyaratkan vaksinasi, PCR tiga kali, dan karantina terpusat selama delapan hari untuk setiap perjalanan internasional.

Langkah selanjutnya adalah dengan menerapkan PPKM berlevel, mengakselerasi vaksinasi serta Penguatan 3T dan 3M. Terakhir, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi untuk mempercepat identifikasi potensi penyebaran kasus baru.

“Butuh kerja sama yang baik dari seluruh pihak agar Indonesia berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 dan memulihkan perekonomian nasional,” katanya.(ron)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!