Ancaman Longsor di Kopisan

RUSAK: Anggota komisi I DPRD Singkawang saat meninjau kerusakan lingkungan yang terjadi di Jalan Tangjung Batu Dalam,Kopisan. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

SINGKAWANG–Tingginya curah hujan ditambah kerusakan alam nyata membuat warga khawatir ancaman bencana. Hal tersebut dialami sebagian warga RT 15 RW 93 Kelurahan Sedau.

“Ini sebenarnya sudah berhenti sejak tiga bulan lalu. Cuman aktivitas pencurian tanah ini akibatnya kondisi wilayah ini mengkhawatirkan, ” ungkap Ketua RT 15 Afung kepada media ini, Selasa (8/9).

Komisi I DPRD Singkawang pun ikut memantau wilayah ini.  Di lokasi beralamat Jalan Tangjung Batu Dalam tak jauh dari sebuah kelenteng.  Saat media ini juga ikut dalam rombongan wakil rakyat itu tampak tebing bukit itu sudah rusak. Sudah ada jatuhan tanah kuning ke aliran sungai.  Bahkan bebatuan sekitarnya berserakan.

“Kita khawatir hujan deras.  Pasalnya sudah terjadi aliran air deras dari wilayah ini menyebabkan patahnya jembatan pribadi warga rusak, ” kata Afung.

Ia juga khawatir jika ini tidak diperbaiki maka akan berdampak bagi warga yang berada dibawah aliran lereng gunung tersebut, dimana setidaknya ada kurang lebih 95 kepala keluarga.  “Soalnya ini sudah dua kali longsor, ” katanya.

Ia jyga mengatakan pencurian tanah itu dilakukan oknum warga yang bukan warga setempat.  Ia melaporkan ini ke DPRD semoga ada solusi memperbaiki kerusakan lingkungan hidup yang terjadi.

Sementara itu,  Ketua Komisi I DPRD Singkawang, Su Mian meminta OPD terkait dapat juga meninjau langsung kondisi lingkungan yang ada. “Tentu kita tidak ingin kerusakan lingkungan yang terjadi di Kopisan ini membahayakan warga.  Perlu ada kajian dari OPD terkait untuk mencari solusi terbaik, ” ujarnya. (har)

error: Content is protected !!