Anemia Bisa Sebabkan Stunting

DEKLARASI: Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidig Handanu bersama Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie Kamtono mendeklarasikan Sosialisasi Penanganan Anemia Cegah Stunting, kemarin. ISTIMEWA

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Pontianak Sidig Handanu mengungkapkan bahwa salah satu faktor penyebab stunting pada anak adalah anemia. Untuk itulah dia menegaskan, sebagai upaya pencegahan, penyembuhan anemia sejak calon ibu berada di usia remaja mesti dilakukan.

“Faktor risiko angka kematian ibu melahirkan ada beberapa sebab. Yaitu pendarahan, abortus, dan anemia. Untuk anemia ini bahkan bisa menyebabkan bayi lahir stunting,” ungkap Kadinkes usai membuka Kampanye Cegah Anemia pada Remaja Putri Kota Pontianak 2019, Sabtu (24/8) di Grand Mahkota Hotel.

Dijelaskan dia, penderita anemia pada ibu hamil secara nasional mencatatkan angka cukup tinggi. Yaitu, sebut dia 48 persen. Salah satu faktornya diakui dia, karena anemia tidak ditangani saat remaja. Oleh karena itu, penanganan anemia, menurut dia, mesti dilakukan sejak calon ibu berada di usia remaja. Karena jika tidak dilakukan, dikhawatirkan dia, akan berlanjut ketika remaja itu menikah. “Dari riset yang dilakukan, angka anemia berada di 22 – 40 persen,” katanya.

Ditanya angka pasti di Kota Pontianak, Sidiq mengaku belum melakukan riset mendalam. Namun jika dilihat partisipasi remaja putri mendonor darah di PMI Pontianak, diakui dia, angkanya hanya 15 persen. Rendahnya angka tersebut diperkirakan dia lebih disebabkan karena ketika mau mendonor HB-nya rendah.

Penyembuhan anemia dianjurkan dia, mesti dilakukan sedari remaja. Caranya, menurut dia, cukup dengan minum tablet penambah darah seminggu sekali. “Kami juga telah melakukan advokasi di sekolah. Tujuannya memberikan kesadaran untuk membiasakan penderita anemia minum obat penambah darah seminggu sekali,” ungkapnya.

“Kegiatan ini kerja sama Dinkes dan PKK Pontianak. Setelah dilakukannya kerjasama ini, PKK akan mengerahkan semua kader turun mensosialisasikannya,” timpal Ketua PKK Kota Pontianak Ny. Yanieta Arbiastutie Kamtono.
Jika anemia tak ditangani sedari dini, diingatkan dia, akan banyak menimbulkan dampak. Pertama-tama, sebut dia, menurunnya SDM Kota Pontianak dan tentu saja terjadi stunting pada anak.

Dalam upaya penanganan stunting pada remaja putri, menurut dia, bisa dengan mengonsumsi makanan bergizi. “Selain itu ditopang dengan minum obat penambah darah sekali seminggu,” pungkasnya. (iza)

Read Previous

Kreatif-Inovatif dengan Teknologi Digital

Read Next

Menganggur Hingga Awal Bulan

Tinggalkan Balasan

Most Popular