Antisipasi Baby Boom, Pelayanan KB Dilakukan Jemput Bola

PELAYANAN KB: Kepala BKKBN Kalbar Tenny Calvenny Soriton saat meninjau pelayan KB di Puskesmas Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah// ISTIMEWA

Setiap Pelayanan Gunakan Pakai Protap Covid-19

Anjuran pemerintah agar berdiam diri di rumah selama pandemi Covid-19 memungkinkan meningkatkannya angka kelahiran. Antisipasi baby boom, pelayanan KB tetap berjalan sesuai protap covid. Bahkan jika masyarakat tak berani datang ke fasilitas kesehatan, layanan bisa dilakukan dengan jemput bola

Mirza Ahmad Muin, Mempawah

JUMAT (8/5) pagi, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat, Tenny Calvenny Soriton melakukan monitoring ke Puskesmas Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. Tujuan dia kesana guna melihat pelayanan KB saat pandemi covid.

Ia mengatakan saat situasi pandemi sekarang, pelayanan KB disemua puskemas dan fasilitas kesehatan harus tetap berjalan. Seperti di Puskemsas Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah dilihat pelayanan pemasangan KB sudah sesuai standar covid. Dimana petugas menggunakan APD (Alat Pelengkap Diri).

Kemudian untuk pelayanan pasien juga tidak bertumpuk. Penerapan social distancing dengan menjaga jarak antara satu orang apseptor dengan lainnya betul-betul dijaga di sini. Dengan begitu, penumpukan orang tidak terjadi.

Dia melanjutkan, seiring aturan pemerintah agar masyarakat berdiam diri di rumah selama covid, bukan tidak mungkin dapat menambah angka kelahiran. Sebagai solusinya, pemberian pelayanan KB kepada masyarakat saat covid harus tetap berjalan. “Upaya dilakukan untuk mengurangi peningkatan baby boom di Kalbar,” terangnya.

BKKBN Kalbar sejauh ini telah berkoordinasi dengan Kabupaten Kota terkait ketersediaan alat kontrasepsi. Tujuannya agar Alkon yang ada jangan sampai kosong. Utamanya di pelayanan kesehatan utama, faskes dan puskemas pembantu, menurutnya harus tetap tersedia.

Iapun meminta agar pelayanan KB bisa dilakukan dengan jemput bola. Karena saat pandemi sekarang, angka akseptor yang datang ke fasilitas kesehatan mengalami penurunan. Maka dari itu, melalui petugas KB pelayanan jemput bola bisa dilakukan langsung ke rumah-rumah dengan catatan melihat data dari masing-masing peserta KB.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana Kabupaten Mempawah, Jamiril mengatakan semenjak wabah ini, pelayanan termasuk pemasangan KB dilakukan sesuai protap covid-19.

Itu dilakukan guna mencegah penyebaran virus Corona kepada tenaga medis. Bahkan jika terdapat gejala covid, pihaknya akan melakukan rapid test dengan utama para tenaga medis.

Pada saat pendemi sekarang ini, pelayanan kesehatan kata dia ikut dibatasi. Mulai dari tempat duduk dan ruangan yang digunakan penerapannya harus social distancing. Ia juga mengakui, saat ini telah terjadi penurunan orang yang datang berobat. Jika hari biasa pasien bisa mencapai 130-140 orang. Namun saat pandemi, angkanya hanya sampai 60 an orang perhari.

Pada kesempatan itu, ia menambahkan bahwa pelayanan disemua fasilitas kesehatan yang ada di 14 Puskemsas Kabupaten Mempawah tetap berjalan namun mengikuti protap covid-19. Selain di Puskemsas, pelayanan kesehatan juga bisa didapat masyarakat di Polindes terdekat.(**)

error: Content is protected !!