Api Kepung Rumah Sakit dan Sekolah

karhutla
PADAMKAN API: Warga ikut membantu memadamkan api yang semakin mendekati bangunan rumah sakit, sekolah, serta permukiman di Dusun Senebing, Desa Harapan Mulia, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. DANANG PRASETYO / PONTIANAK POST.

SUKADANA – Api akibat kebakaran hutan dan lahan mengepung RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin I Kayong Utara, SMP Negeri 03 Sukadana, serta sejumlah pemukiman milik warga di Jalan Provinsi, Dusun Senebing, Desa Harapan Mulia, Kecamatan Sukadana, Sabtu (14/9). Atas peristiwa ini sejumlah petugas berjibaku memadamkan api, walau dalam proses pemadaman petugas kesulitan menemukan sumber air.

Kepala Sekolah SMP Negeri 03 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara Sabandi menjelaskan, untuk sumber api awal mula diketahui sejak Jumat (13/9) pagi. Namun api tersebut berhasil dipadamkan. Tetapi, sambung dia pada Jumat malamnya api kembali lagi menyala hingga Sabtu (14/9).

“Api itu kelihatan jauh dari lokasi sekolah, posisinya berada di belakang. Kemudian perlahan api terus merambat sampai mendekati bangunan sekolah, rumah sakit hingga permukiman warga sekitar pukul 10.00 malam, sampailah hari ini (Sabtu),” jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk siswa SMP N03 Sukadana telah diliburkan sejak dua hari lalu. Sebab, melihat kondisi kabut asap yang cukup pekat, dan lokasi kebakaran tidak jauh dari bangunan sekolah.

Sementara itu, kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara Muhammad Oma menjelaskan, proses pemadaman melibatkan BPBD, Manggala Agni, warga, serta TNI dan Polri. Diakui dia, dalam proses pemadaman yang mendekati sekolah, rumah sakit hingga permukiman warga petugas di lapangan kesulitan menemukan sumber air. Jadi harus mengangkut dengan menggunakan mobil tangki yang ada.

“Kejadiannya sudah sejak kemarin (Jumat) mulai dari pagi hingga malam. Namun pada Sabtu api mulai kembali menyala, yang sudah mendekati rumah sakit, sekolah dan permukiman warga. Dalam proses pemadaman pun kita menggunakan mobil tangki yang ada, bahkan dari pihak Polres ikut memadamkan dengan menggunakan mobil water cannon, karena khawatir api semakin mendekat bangunan rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, proses pemadaman dengan mengggunakan water bombing pihaknya telah berkoordinasi. Namun sayangnya, sambung dia, kondisi kabut asap yang cukup pekat, helikopter yang akan melakukan pemadaman api mengalami kesulitan berkaitan dengan jarak pandang yang terbatas.

“Water bombing sudah dari tiga hari yang lalu sudah kita ajukan terus agar dapat merapat ke Kayong Utara. Namun rencana awalnya akan membantu memadamkan di Desa Medan Jaya, selanjutnya akan ke lokasi rumah sakit, sekolah, dan permumikan warga. Tetapi kami mendapat kabar dari pilot helikopter, lokasi tersebut cukup bahaya jika mendekat. Apa lagi kita lihat kabut asap yang cukup tebal seperti ini,” tutupnya. (dan)

loading...