Aplikasi Pariwisata Pontianak, Kenalkan Destinasi Wisata di Pontianak Lewat Permainan

pariwisata pontianak
BERMAIN: Zahwa Tri Riyanto, Anggota Papon memperlihatkan cara memainkan game ini. MARSITA RIANDINI/PONTIANAKPOST

Tingginya minat masyarakat Indonesia pada game, menginspirasi Dimas dan kawan-kawan untuk membuat aplikasi Papon (Pariwisata Pontianak). Tujuannya untuk meningkatkan wisata Pontianak melalui permainan digital.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

PAPON atau Pariwisata Pontianak Papon merupakan penggabungan dari permainan dan pembelajaran. Permainan yang diinisiasi Dimas Apriyandi dan kawan-kawan ini bertujuan untuk menginformasikan masyarakat Indonesia hingga mancanegara pada kebudayaan serta situs wisata yang ada di Kota Pontianak.

Melalui Papon, mereka membuat sebuah game berkonsep endless runner. Game tersebut juga menyajikan sejumlah tantangan dan pertanyaan mengenai kebudayaan dan situs wisata di Pontianak yang harus diselesaikan pemain. Jika pemain berhasil melewati tantangan dan menjawab secara benar, pemain bisa melanjutkan ke stage berikutnya. Namun, jika sebaliknya, pemain harus mengulang lagi stage tersebut.

Zahwa Tri Riyanto, Anggota Papon kepada Pontianak Post memperlihatkan cara memainkan game ini. Mulanya, permainan ini dapat diunduh di Playstore. Ada beberapa pilihan permainan, seperti pertualangan, jalan-jalan dan lainnya. Karakter dalam permainan ini ada empat, yakni Papon (orang utan), aloe, mak kunti, dan si ranko. Sedangkan untuk tempat wisatanya, ada enam yakni Rumah Radakng, Jalan Gajah Mada, Taman Alun Kapuas, Keraton Kadriah, Aloevera Centre, dan Tugu Khatulistiwa.

Permainan yang diperlihatkan Zahwa yaitu, Papon berada di Rumah Radakng dan hendak ke Jalan Gajah Mada. Saat perjalanan, ada beberapa pertanyaan yang diberikan terkait destinasi wisata di Pontianak. Pertanyaan ini mesti dijawab dalam waktu yang singkat. Jika salah, akan kekurangan power atau darah. Semakin jauh perjalanan, semakin pendek waktu yang diberikan untuk menjawab pertanyaan. “Jawabnya cukup tekan benar atau salah saja,” ungkap dia.

Papon berada di Jalah Gajah Mada. Saat itu pertanyaan yang muncul adalah Gajah Mada dijuluki sebagai coffee street, Benar atau Salah?. Latar belakang lokasi ini disesuikan dengan destinasinya. “Aplikasi Papon dapat dinikmati dan dimainkan oleh semua kalangan umur. Semua berita terbaru dan acara terbaru yang ada di Pontianak, akan mudah diakses melalui aplikasi Papon. Aplikasi Papon bisa diunduh di Play Store,” ungkap dia.

Saat ini, kata dia aplikasi ini masih dalam proses pengembangan dan pematangan. Mereka juga secara berkelanjutan berinovasi untuk menciptakan permainan-permainan lainnya. “Ini masih dalam proses pengembangan. Kami juga meminta saran destinasi mana lagi yang kami masukkan dalam permainan ini. Karakter apa saja yang cocok untuk dimasukkan dalam game ini,” pungkasnya.

Papon sendiri menyasar anak muda dan generasi milenial sebagai targetnya. Sebagai anak muda dan generasi milenial, Dimas dan kawan-kawan juga melihat tingginya minat bermain game di antara lingkungan sekitar mereka. Selain menggarap game untuk meningkatkan pariwisata, komunitas anak muda ini juga menggunakannya untuk meningkatkan promosi dan penjualan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pontianak. (*)

loading...