Apresiasi Komitmen Pengembangan Mangrove

APRESIASI KEPEDULIAN BI: Suasana audiensi Bupati dan Kepala BI Perwakilan Kalbar di Ruang Kerja Bupati Mempawah.IST

MEMPAWAH– Pemerintah Kabupaten Mempawah memberikan apresiasi atas komitmen Bank Indonesia (BI) dalam upaya pengembangan dan pelestarian hutan mangrove diwilayah itu. Diharapkan kerja kerjasama dan penyaluran bantuan tersebut dapat terus berlanjut dimasa mendatang.

“Ada tiga item bantuan yang disalurkan BI Cabang Kalimantan Barat untuk pengembangan hutan mangrove di Kabupaten Mempawah. Lokasinya di Mempawah Mangrove Park (MMP) di Desa Pasir,” terang Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH usai beraudiensi dengan Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Barat, Prijono diruang kerjanya, kemarin.

Bupati mengungkapkan, bantuan yang disalurkan BI Cabang Kalbar ini merupakan realisasikan dari program sosial bank milik negara itu. Yakni berkaitan dengan bansos non tunai, pojok buku dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). “Mudah-mudahan melalui penyaluran bantuan ini, pengembangan dan budidaya mangrove di Kabupaten Mempawah semakin maksimal. Sebab, hutan mangrove sangat penting bagi lingkungan pantai,” pendapatnya.

Erlina berharap dukungan dan kerjasama BI Cabang Kalbar tersebut dapat terus berlanjut dimasa mendatang. Sebab, menurut Erlina, penyaluran bantuan itu sangat penting dan strategis dalam upaya pelestarian dan pengembangan hutan mangrove.

“Kedepan, bantuan program sosial ini juga dapat direalisasikan untuk lokasi-lokasi pengembangan mangrove lainnya yang ada di Kabupaten Mempawah. Misalnya di Desa Mendalok, Sungai Bakau, Sungai Pinyuh dan lainnya,” harap Erlina.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata, Raja Fajar Azansyah yang turut mendampingi Bupati dalam audiensi tersebut mengungkapkan, bantuan yang disalurkan BI Cabang Kalbar berupa peningkatan sarana dan prasarana di MMP. “Misalnya sarana air bersih, toilet umum, taman bermain anak-anak, serta spot selfie di beberapa titik yang ada di MMP. Penambahan sarana prasarana ini sangat startegis untuk pengembangan MMP,” nilai Fajar.

Tak hanya itu, lanjut Fajar yang juga pendiri MMP menyebut, Bupati dan Kepala BI turut membahas potensi kuliner dan jajanan khas masyarakat Kabupaten Mempawah. Dia menilai, kuliner menjadi salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan di daerah itu.

“Kalau bicara kuliner atau jajanan, Kabupaten Mempawah sangat potensial. Sebab, kita memiliki aneka ragam jajanan khas yang sudah terkenal di masyarakat. Seperti, pengkang, asam pedas dan lainnya. Tinggal bagaimana kita mempromosikan agar menjadi daya tarik bagi masyarakat luas,” tukas Fajar. (wah)

 

Read Previous

Politeknik Industri Dimulai Tahun Depan

Read Next

Bhabinkamtibmas Inisiasi Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *