Arab Saudi yang Kian Membuka Diri

arab saudi
TERTINGGI: Air Mancur King Fahd menjadi salah satu objek wisata andalan Arab Saudi. Merupakan air mancur tertinggi di dunia yang mencapai 312 meter. NET

Silakan Bersenang-senang dengan Santun

Kerajaan Arab Saudi masih berambisi untuk menghapus status industri migas sebagai tulang punggung ekonomi negara. Salah satu industri yang menjadi harapan ikut menopang PDB nasional adalah pariwisata. Jumat (27/9), pemerintahan Tanah Suci mengumumkan langkah penting untuk mewujudkan mimpi tersebut.

——–

YA, Arab Saudi kian membuka diri. Sudah bukan lagi misteri. Mereka tak menegaskan bahwa semua pengunjung dari berbagai belahan dunia bakal dirangkul dengan hangat.

’’Arab Saudi sudah buka. Kami sudah membuka ekonomi dan komunitas di dalam negeri,’’ ujar Ahmed Al Khateeb, kepala pariwisata Arab Saudi, saat peluncurkan proyek Ad Diriyah kepada Agence France-Presse.
Per 27 September, negara terbesar di Timur Tengah itu sudah membuka layanan visa pariwisata. Warga dari 49 negara seperti Australia dan AS juga mendapat layanan visa online atau visa on arrival.

Ya, layanan visa tersebut diluncurkan untuk menggaet pariwisata nonreligi. Khateeb ingin membuka mata dunia bahwa pengalaman yang disediakan rezim Al Saud bukan hanya spiritual. ’’Ini adalah momen bersejarah bagi kami. Dunia pasti akan terkejut dengan harta karun yang akan kami tunjukkan,’’ ungkap Khateeb seperti dilansir Sky News.

Khateeb menyebutkan bahwa lima situs warisan budaya UNESCO di Arab Saudi bakal dibuka untuk umum. Sebelum kebijakan baru, Arab Saudi terbiasa menjaga rapat situs-situs bersejarah mereka.

Ingin hiburan modern? Soal itu akan menyusul. Pemerintah sudah memulai proyek Red Sea yang akan mengubah pesisir barat sebagai kawasan resor terintegrasi. Belum lagi proyek Jeddah Tower yang diharapkan selesai tahun depan.

Negara yang dipimpin Raja Salman itu juga mengadakan pertandingan gulat WWE dan konser pop yang dihadiri rapper 50 Cent dan diva Janet Jackson. Mereka pun mengejar posisi tuan rumah untuk balap Formula E.

’’Ini jelas perubahan untuk industri pariwisata Saudi. Sebelumnya, mereka hanya fokus di pariwisata agama atau bisnis,’’ ungkap Imad Damrah, managing director agen realestat Colliers International Arab Saudi.

Namun, Arab Saudi tak serta-merta melepas aturan lamanya. Versi mereka, wisatawan berhak untuk bersenang-senang asal santun. Memang, perempuan tak lagi diwajibkan mengenakan abaya, jubah longgar yang biasa dipakai penduduk lokal.

Namun, bukan berarti mereka bisa menggunakan pakaian ketat. Pemerintah mengatakan bahwa perempuan harus mengenakan pakaian yang menutupi tubuh dari lutut sampai pundak. Pakaian wisatawan pun tak boleh mempunyai gambar atau tulisan yang menyinggung.

’’Arab Saudi tak akan pernah mengungguli Dubai. Dan saya rasa mereka memang tak berharap bisa menang dari mereka,’’ ungkap Kevin Newton, direktur eksekutif dari lembaga analisis negara muslim Newton Analytical, kepada CNN.

Posisi antara Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) jelas berbeda. Uni Emirat Arab adalah negara bekas jajahan Inggris. Budaya bebas ala Barat masih melekat di wilayah tujuh emirat itu. Di sana, wisatawan bisa bebas berpesta dengan minuman beralkohol.

Arab Saudi, sebagai tuan rumah Makkah dan Madinah, tentu tak ingin dicerca banyak negara dengan mengizinkan barang haram beredar bebas. Mereka sudah memasukkan mabuk sebagai daftar kegiatan yang dilarang.
Tapi, bukan berarti Arab tak bisa mencapai tujuannya. Newton mengatakan bahwa target utama mereka bukanlah negara-negara Barat. Melainkan negara muslim. Dengan pengalaman sebagai penyelenggara haji, Arab Saudi punya modal untuk menggaet 1,8 juta jiwa muslim global dengan atraksi nonreligi. ’’Bukan berarti wisatawan Barat tak dihiraukan,’’ ungkapnya. (*/c19/dos)

loading...